Austria (PANTURATV.ID) - Di kawasan Pegunungan Alpen, khususnya di Austria, bulan Desember tidak hanya diwarnai oleh sosok Sinterklas yang ramah, tetapi juga oleh figur menakutkan bernama Krampus. Masyarakat setempat merayakan tradisi Krampuslauf, yaitu parade jalanan di mana para peserta mengenakan kostum makhluk berbulu dengan topeng kayu berukir wajah menyeramkan dan tanduk panjang.
Sambil membawa loncatan besi dan cambuk kecil, para peserta parade berjalan mengelilingi kota sambil menciptakan suara gaduh. Karakter Krampus diposisikan sebagai pembalas bagi anak-anak yang berperilaku buruk, berbanding terbalik dengan Sinterklas yang memberikan hadiah kepada anak-anak baik.
Bagi masyarakat Indonesia, tradisi perayaan yang menggunakan figur monster atau fenomena menakutkan menjelang hari raya keagamaan tentu terasa sangat tidak biasa. Jika di Indonesia perayaan besar umumnya diisi dengan suasana yang penuh ketenangan, doa, atau silaturahmi manis, Krampuslauf justru menyajikan elemen kejutan dan ketegangan.
Meski terlihat menakutkan, acara ini sebenarnya dipenuhi oleh gelak tawa penonton dan seniman lokal yang bangga mempertahankan kerajinan ukir topeng tradisional. Krampuslauf menjadi magnet pariwisata yang mampu menyedot perhatian ribuan wisatawan setiap tahunnya.
Tradisi kuno ini menunjukkan bagaimana warisan cerita rakyat pra-Kristen di Eropa berhasil melebur dengan tradisi modern. Krampuslauf bukan sekadar sarana hiburan, melainkan bentuk pelestarian seni kriya lokal dan identitas budaya masyarakat pegunungan.















