LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Menakar Asupan Protein,Batas Aman, Manfaat, dan Risiko Fatal di Balik Konsumsi Berlebihan

Oleh Cinta Isabell
26 Juli 2026
4 menit baca

Protein dianggap nutrisi penting untuk pembentukan otot, namun konsumsi berlebihan justru dapat membebani ginjal dan hati.

Menakar Asupan Protein,Batas Aman, Manfaat, dan Risiko Fatal di Balik Konsumsi Berlebihan

Semarang (PANTURATV.ID) - Di era kesadaran akan kebugaran yang semakin tinggi, protein sering kali dianggap sebagai "nutrisi dewa" oleh para penggiat olahraga dan individu yang sedang menjalani program pembentukan otot.

Banyak orang berlomba-lomba meningkatkan asupan protein mereka, baik melalui makanan utuh maupun suplemen bubuk, demi mencapai komposisi tubuh yang ideal.

Namun, di balik popularitasnya, para pakar kesehatan memberikan peringatan penting:

kebutuhan gizi setiap individu sangatlah personal, dan prinsip "semakin banyak semakin baik" tidak berlaku untuk protein.

Chitra B K, seorang Chief Dietitian Clinical & Oncology Nutrition di KIMS Hospitals Electronic City, Bengaluru, menegaskan bahwa protein sejatinya adalah fondasi kehidupan. Nutrisi ini memiliki peran vital dalam memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak, membangun sistem kekebalan tubuh yang tangguh, memproduksi hormon, serta menjaga stabilitas kesehatan secara keseluruhan.

Akan tetapi, mengonsumsi protein melampaui batas kebutuhan harian dalam jangka panjang justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan organ-organ vital Anda.

Berikut adalah rincian mendalam mengenai dampak kelebihan protein pada tubuh dan bagaimana cara menyiasatinya.

images (2).jpeg
  1. Beban Ekstra pada Ginjal

Semakin tinggi asupan protein Anda, semakin keras pula ginjal harus bekerja. Meskipun individu dengan ginjal yang sehat umumnya mampu menoleransi beban kerja ekstra ini, ceritanya akan berbeda bagi mereka yang sudah memiliki riwayat penurunan fungsi ginjal. Pada kelompok rentan ini, konsumsi protein berlebih dapat mempercepat kerusakan ginjal secara signifikan.

  1. Risiko pada Fungsi Hati

Walaupun pada orang sehat risiko kerusakan hati akibat protein terbilang kecil, memaksakan asupan secara ekstrem tetap bukan langkah yang bijak.

  1. Gangguan Pencernaan dan Dehidrasi

Saat fokus pada protein, banyak orang melupakan asupan serat dari sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh. Minimnya serat ini memicu sembelit kronis, perut kembung, serta ketidakseimbangan bakteri baik di dalam usus. Proses metabolisme protein yang berat juga menuntut lebih banyak air, sehingga risiko dehidrasi pun meningkat jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.

Pemilihan sumber protein juga menentukan seberapa sehat pola makan Anda. Chitra menyoroti bahwa terlalu banyak mengonsumsi daging olahan (seperti sosis atau nugget) dan daging merah berlemak dapat menyumbang kadar lemak jenuh serta natrium yang sangat tinggi. Dalam jangka panjang, hal ini adalah resep sempurna untuk penyakit jantung koroner akibat penumpukan plak lemak dan peradangan pembuluh darah.

Peringatan ini sejalan dengan sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan dalam jurnal ISRN Nutrition pada tahun 2013. Penelitian tersebut mengungkap beberapa risiko fatal dari kelebihan protein jangka panjang, antara lain:

images (4).jpeg
  1. Pengeroposan Tulang: Diet sangat tinggi protein terbukti meningkatkan pembuangan kalsium melalui urine. Hilangnya kalsium ini secara perlahan akan menurunkan kepadatan tulang, sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang di masa depan.
  1. Risiko Kanker: Pola makan tinggi protein yang didominasi oleh konsumsi daging merah secara masif memiliki korelasi dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar, kanker lambung, dan kanker payudara.

Menurut panduan medis, angka kecukupan gizi untuk protein pada orang dewasa yang sehat adalah sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan per harinya. Angka ini tentu bisa disesuaikan dengan intensitas aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan usia masing-masing, namun harus tetap dalam batas yang rasional.

Agar tetap sehat dan mendapatkan manfaat maksimal, terapkan tiga langkah berikut:

images (6).jpeg
  1. Diversifikasi Sumber Protein: Jangan hanya mengandalkan satu jenis makanan atau daging saja. Variasikan piring Anda dengan kacang-kacangan, tempe, tahu, produk susu, telur, ikan, daging tanpa lemak, dan biji-bijian.
images (8).jpeg
  1. Seimbangkan dengan Serat: Pastikan menu harian Anda tetap menyertakan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh untuk menjaga kesehatan pencernaan.
  1. Cukupi Kebutuhan Air: Bantu kerja organ tubuh, terutama ginjal Anda, dengan mengonsumsi cairan yang cukup setiap harinya demi mencegah dehidrasi.

Pada akhirnya, kesehatan yang optimal dicapai melalui keseimbangan. Seperti yang ditekankan oleh Chitra, kebutuhan protein setiap orang sangat bervariasi, dan menambah porsi protein secara membabi buta tidak akan membuat Anda lebih sehat. Kenali kebutuhan tubuh Anda dan konsumsilah nutrisi dengan bijak.

Tags

#asupan protein#kesehatan ginjal#konsumsi protein berlebihan#Semarang#nutrisi seimbang#kesehatan organ#diet tinggi protein#tips kesehatan#risiko protein#dietitian

Tentang Penulis

Cinta Isabell

Penulis

Cinta adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

61 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori