Semarang (PANTURATV.ID) - Nyeri haid atau kram menstruasi kerap menjadi keluhan rutin banyak perempuan setiap bulan. Tingkat keparahan rasa sakit ini sangat bervariasi dari ringan hingga kram yang hebat. Banyak perempuan mencari berbagai cara alami untuk sekadar mengurangi rasa tidak nyaman tersebut. Sebagian perempuan sering bertanya mengenai fakta apakah teh jahe efektif meredakan nyeri haid. Oleh karena itu, seorang pakar medis akhirnya memberikan penjelasan ilmiah mengenai keluhan ini.
Ahli gizi holistik bernama Dr. Geetika Chopra menjelaskan potensi besar minuman herbal ini. Selanjutnya, ia menyebut jahe memiliki banyak kandungan aktif untuk mengatasi proses peradangan rahim. Menurut Chopra, rempah alami ini mengandung senyawa bioaktif kuat seperti gingerol yang berkhasiat. Senyawa ini memiliki sifat antiradang sekaligus bekerja menekan produksi zat pemicu kontraksi rahim.
Akibatnya, keberadaan teh jahe efektif meredakan nyeri haid saat masa awal menstruasi tiba.
"Kram menstruasi sebagian besar disebabkan oleh kelebihan prostaglandin yang memicu kontraksi rahim," jelas Chopra. Lebih lanjut, jahe menekan zat peradangan sehingga otot rahim terasa menjadi lebih rileks. "Teh jahe hangat juga membantu melancarkan sirkulasi darah dan memberikan efek menenangkan," katanya.

Selain itu, Chopra menyarankan pasien mengonsumsi satu cangkir teh hangat sebanyak dua kali. Meskipun demikian, perempuan tetap harus memperhatikan penyebab utama nyeri perut sebelah bawah ini. Mayo Clinic menyatakan obat pereda nyeri medis tetap berguna untuk menangani gejala berat. Terlebih lagi, dokter bisa merekomendasikan kontrasepsi hormonal untuk mengurangi tingkat keparahan kram menstruasi. Sebaliknya, masalah serius seperti endometriosis atau fibroid rahim terkadang memerlukan penanganan tindakan operasi.
Di samping itu, rimpang pedas ini juga mempunyai berbagai manfaat kesehatan secara umum. Johns Hopkins Medicine membenarkan khasiat jahe untuk meredakan rasa mual bagi ibu hamil. Bahkan, bahan alami ini berpotensi meredakan peradangan sendi maupun infeksi ringan saluran pernapasan. Namun, masyarakat tetap tidak boleh mengonsumsi minuman herbal ini dalam jumlah terlalu berlebihan.

Dosis tinggi rempah ini berisiko memicu masalah bagi pasien pengonsumsi obat pengencer darah. Sebagai kesimpulan, perempuan harus menyesuaikan konsumsi herbal dengan kondisi kesehatan rahim mereka masing-masing. Apabila keluhan haid bertambah buruk, Anda sebaiknya segera menjadwalkan pemeriksaan medis secara menyeluruh.















