Inggris (PANTURATV.ID) - Pergerakan Newcastle United di bursa transfer musim panas ini kembali menuai kekecewaan besar. Kutukan gagal merekrut pemain incaran seolah masih terus membayangi kubu The Magpies. Terkini, rencana ambisius mereka untuk melabuhkan bintang muda berbakat asal Timnas Swiss, Johan Manzambi, harus pupus di tengah jalan setelah secara mengejutkan ditikung oleh klub rival Liga Inggris, Aston Villa.
Menurut laporan komprehensif dari The Athletic, manajemen Newcastle sejatinya merupakan pihak yang pertama kali menunjukkan progres signifikan. Mereka telah berhasil mencapai kata sepakat dengan klub pemilik Manzambi terkait mahar transfer yang bernilai fantastis, yakni di kisaran 50 hingga 60 juta paun (kurang lebih setara dengan Rp 1,2 triliun). Sayangnya, kesepakatan antarklub tersebut tidak langsung berbuah manis. Johan Manzambi pada saat itu memilih untuk menahan diri dan belum mau memberikan jawaban final terkait tawaran kontrak dari kubu St. James' Park.
Di tengah situasi yang menggantung tersebut, Aston Villa melihat celah dan langsung bermanuver tajam. The Villans datang menyodorkan proposal yang secara finansial sepadan dengan tawaran Newcastle. Tanpa perlu berpikir panjang, Manzambi langsung menerima pinangan Villa dan menolak mentah-mentah penawaran awal Newcastle.

Keputusan sang pemain muda untuk membelot ke Aston Villa tentu didasari oleh alasan yang kuat. Daya tarik The Villans di mata Manzambi bersumber dari dua faktor penentu utama, yakni jaminan bermain di panggung Liga Champions pada musim depan yang telah lama menjadi impian terbesar dalam kariernya, serta ketertarikan serius dari manajemen dan tim pelatih Villa yang ternyata sudah jatuh hati pada talentanya sejak mereka berhadapan langsung di laga panas final Liga Europa musim lalu.
Saat ini, kepindahan tersebut telah memasuki tahap akhir. Sang bintang hanya tinggal merampungkan detail administratif kontrak dan menjalani prosedur tes medis wajib. Hal ini akan dilakukan seusai masa liburannya usai membela negara. Nama Johan Manzambi sendiri tengah meroket berkat penampilan impresifnya bersama Timnas Swiss di ajang Piala Dunia 2026.
Meski langkah negaranya harus terhenti di babak perempatfinal akibat takluk dari raksasa Amerika Selatan, Argentina, performa individunya patut diacungi jempol. Selama turnamen berlangsung, ia sukses mencetak tiga gol penting. Salah satu momen paling berkesan adalah saat ia merobek gawang tuan rumah, Kanada, pada laga krusial di penutup fase grup. Konsistensinya di panggung internasional juga tercermin di level klub.
Musim lalu, saat ia masih berseragam Freiburg, Manzambi menjelma menjadi pemain vital dengan kontribusi tujuh gol dan sembilan assist dari total 47 pertandingan di seluruh kompetisi. Kegagalan mendaratkan Manzambi bukan sekadar hilangnya satu talenta muda, melainkan sebuah pukulan telak yang memperparah rentetan kegagalan transfer Newcastle yang sejak musim lalu selalu kalah bersaing dengan klub-klub rival.
Situasi ini semakin memperuncing krisis di skuad The Magpies. Beban pelatih dan manajemen kini kian berat karena di sisa waktu bursa transfer musim panas ini, mereka memiliki urgensi untuk mencari setidaknya dua gelandang baru kaliber dunia. Lubang besar di lini tengah ini tercipta akibat eksodus para pemain pilar; Sandro Tonali baru saja resmi dilepas menuju Tottenham Hotspur, sementara Bruno Guimaraes telah secara terbuka meminta manajemen untuk segera menjualnya ke Arsenal. Manajemen Newcastle kini dituntut untuk bergerak lebih cerdas dan taktis jika tidak ingin tenggelam di musim kompetisi yang baru.














