Padang ( PANTURATV.ID) - Pada Senin dini hari, tanggal 13 Juli 2026, sebuah insiden kebakaran hebat mengejutkan kawasan perkantoran pemerintah di Kota Padang. Amukan si jago merah tersebut menyasar gedung kantor bersama yang ditempati oleh Inspektorat dan Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Kota Padang. Gedung yang berlokasi strategis di Jalan Sawahan Nomor 50, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur ini, mulai dilalap api sekitar pukul 00.30 WIB, tepat di saat sebagian besar masyarakat sekitar sedang terlelap tidur.
Berdasarkan informasi dan dugaan awal di lapangan, titik mula kemunculan api diperkirakan berasal dari area ruang rapat Bapenda yang berada di lantai dua bangunan tersebut. Peristiwa nahas ini pertama kali disadari oleh seorang saksi mata yang merupakan warga setempat, yakni Dani Putra yang berusia 36 tahun. Saat itu, Dani melihat langsung kobaran api yang sudah membesar dan mulai menjilat salah satu ruangan di lantai atas gedung. Menyadari potensi bahaya besar yang mengancam keselamatan bangunan di sekitarnya, ia dengan sigap langsung menghubungi pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang untuk meminta pertolongan darurat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan masuk dari warga pada pukul 00.31 WIB. Berkat kesiapsiagaan penuh dari para personel yang sedang berjaga, armada pemadam pertama berhasil mencapai lokasi kejadian hanya dalam waktu yang sangat singkat, tepatnya lima menit kemudian pada pukul 00.36 WIB. Kecepatan waktu tanggap ini sangat terbantu oleh jarak tempuh dari markas komando ke titik lokasi kebakaran yang relatif dekat, yakni hanya sekitar 2,5 kilometer. Budi menegaskan bahwa langkah pemadaman yang sangat cepat ini menjadi sangat krusial, mengingat lokasi gedung berada tepat di tepi jalan raya utama dan dikelilingi oleh area yang padat aktivitas masyarakat.
Proses penjinakan api tersebut melibatkan pengerahan kekuatan yang cukup masif. Sebanyak dua belas unit armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi bersama dengan sembilan puluh personel yang terlatih. Operasi pemadaman ini juga menjadi wujud nyata sinergi lintas instansi yang solid, di mana aparat dari unsur TNI, Kepolisian, Palang Merah Indonesia, hingga Satuan Polisi Pamong Praja turut bahu-membahu mengamankan lokasi. Luas area bangunan yang hangus terbakar pada malam itu diperkirakan mencapai lima ratus meter persegi. Selain merusak fasilitas milik Inspektorat dan Bapenda, radiasi panas dan jilatan api ini juga turut memberikan dampak pada bangunan Nafara Guest House yang letaknya berdekatan dengan tempat kejadian perkara.

Lebih lanjut, Budi Payan menuturkan bahwa apabila nyala api terlambat ditangani oleh petugas, eskalasi kebakaran memiliki risiko yang sangat besar untuk menyebar lebih luas hingga berpotensi menghanguskan area seluas dua ribu meter persegi. Berkat kerja keras dan taktik pemadaman dari seluruh tim gabungan, aset-aset penting milik pemerintah dengan nilai total kurang lebih 30 miliar rupiah berhasil diselamatkan dari ancaman kehancuran. Meskipun demikian, peristiwa tak terduga ini tetap menimbulkan kerugian materiil yang jumlah taksirannya mencapai sekitar 1,8 miliar rupiah. Kabar baiknya, pihak berwenang memastikan bahwa sama sekali tidak ada korban jiwa ataupun korban luka-luka dalam insiden ini, serta tidak ada satupun warga sekitar yang terpaksa harus dievakuasi ke tempat pengungsian sementara.

Terkait keberlanjutan operasional dan pelayanan pasca-kebakaran, Kepala Inspektorat Kota Padang, Sonny Budaya Putra, turut memberikan konfirmasi resminya kepada publik. Ia membenarkan fakta bahwa bagian yang paling parah terbakar memang terpusat di area ruang rapat lantai dua milik kantor Bapenda. Meskipun sebagian fasilitas di dalam gedung mengalami kerusakan fisik akibat api dan air pemadaman, Sonny memberikan kepastian bahwa sistem pelayanan publik bagi masyarakat Kota Padang akan tetap berjalan normal dan tidak akan mengalami kelumpuhan. Ia meyakinkan masyarakat bahwa karena api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya, kegiatan operasional kantor dipastikan masih bisa terus dilanjutkan dengan memanfaatkan area yang aman.

Hingga saat ini, lokasi kejadian telah diamankan secara ketat oleh pihak berwenang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk mengetahui secara pasti penyebab di balik insiden kebakaran yang mengejutkan tersebut, pihak Kepolisian Resor setempat bersama dengan instansi berwenang terkait masih terus berkoordinasi melakukan proses penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam. Kesimpulan akhir mengenai sumber api masih menunggu hasil investigasi resmi yang sedang berjalan.













