Inggris (PANTURATV) - Klub raksasa asal London, Chelsea, secara resmi telah mengumumkan rekrutan terbaru mereka pada bursa transfer musim panas ini, yaitu Maxence Lacroix. Bek tengah tangguh yang sebelumnya membela Crystal Palace tersebut akhirnya berlabuh ke Stamford Bridge setelah proses negosiasi yang cukup panjang.
Manajemen The Blues harus merogoh kocek yang sangat dalam, yakni sebesar 51 juta pound sterling atau jika dirupiahkan setara dengan 1,22 triliun rupiah, untuk mengamankan tanda tangan pemain berkebangsaan Prancis tersebut.
Pemain bertahan yang kini menginjak usia 26 tahun itu telah menyepakati kontrak jangka panjang dengan durasi enam musim kompetisi ke depan.

Kehadiran Lacroix diyakini akan menjadi pilar krusial bagi pelatih kepala Xabi Alonso, yang saat ini sedang gencar membangun pondasi skuad baru demi mengembalikan kejayaan Chelsea di kancah domestik maupun Eropa.
Langkah transfer ini sekaligus menambah daftar belanja Chelsea yang luar biasa masif. Tercatat, total pengeluaran klub yang bermarkas di London Barat tersebut pada jendela transfer musim panas ini telah melampaui angka 250 juta pound sterling, atau sekitar 5,99 triliun rupiah. Kendati sudah mengeluarkan dana fantastis, perburuan pemain Chelsea tampaknya belum akan berhenti dan mereka masih aktif memantau pemain baru hingga hari terakhir bursa transfer ditutup.
Terkait keputusannya bergabung dengan Chelsea, Maxence Lacroix mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak membutuhkan waktu lama untuk menyetujui tawaran tersebut. Ia merasa sangat yakin setelah menerima berbagai masukan positif dan meyakinkan dari beberapa rekan sejawatnya yang telah lebih dulu merumput bersama skuad The Blues.
Dalam sebuah pernyataannya, Lacroix dengan penuh percaya diri menyebutkan bahwa bergabung dengan Chelsea adalah keputusan dan lompatan karier paling tepat bagi dirinya, mengingat ia menganggap klub tersebut sebagai yang terbaik di dunia saat ini. Lebih lanjut, bek asal Prancis ini menjelaskan bahwa sebelum membulatkan tekad, ia sempat berkomunikasi secara intens dengan sejumlah pemain seperti Malo Gusto, Trevoh Chalobah, dan Benoit Badiashile.

Tidak hanya dengan pemain, obrolannya dengan Xabi Alonso melalui sambungan telepon juga menjadi salah satu faktor penentu. Dalam percakapan tersebut, keduanya saling bertukar pikiran mengenai strategi permainan, pendekatan taktik di lapangan, serta visi pelatih dalam membangun tim. Dari diskusi yang hangat itu, Lacroix merasa memiliki kesamaan visi dan ambisi yang sejalan dengan tujuan besar klub ke depannya.
Ketertarikan Chelsea terhadap Lacroix tentu didasari oleh alasan yang sangat kuat. Sang pemain telah membuktikan kualitasnya dengan tampil sangat konsisten selama dua musim terakhir saat berseragam Crystal Palace. Performa impresif dan stabil itulah yang membuat jajaran pemandu bakat dan manajemen Chelsea menempatkannya di posisi teratas dalam daftar buruan utama untuk menambal celah di sektor pertahanan.
Secara fisik, Lacroix sangat mumpuni. Dengan postur tubuh menjulang setinggi 193 sentimeter, ia dianugerahi kecepatan berlari yang luar biasa untuk ukuran seorang bek tengah. Keunggulan fisik dan kecepatan ini menjadikannya sosok yang tangguh ketika harus berhadapan satu lawan satu dengan penyerang lawan, sekaligus sigap dalam mengejar bola liar.
Selain itu, Lacroix juga mencatatkan statistik yang memukau dalam memenangi duel udara serta melakukan sapuan bola dari area berbahaya. Perpaduan keunggulan fisik dan kemampuan teknis inilah yang dinilai sangat pas untuk menjawab tingginya kebutuhan Chelsea dalam merapatkan barisan pertahanan mereka.

Masuknya Maxence Lacroix ke dalam skuad asuhan Xabi Alonso diprediksi akan memicu efek domino dan perombakan besar-besaran, khususnya di lini belakang Chelsea. Imbas dari kedatangannya, beberapa nama pemain bertahan yang sudah lebih dulu berada di tim, seperti Trevoh Chalobah, Benoit Badiashile, hingga Axel Disasi, kini santer dirumorkan berpotensi untuk meninggalkan klub pada bursa transfer periode ini demi mendapatkan menit bermain.
Menariknya, dalam proses negosiasi transfer Lacroix, pihak Chelsea juga bersikap sangat terbuka. Mereka memberikan ruang bagi Crystal Palace untuk mendiskusikan kemungkinan mengambil beberapa pemain bertahan Chelsea yang tersedia di bursa transfer. Hubungan kerja sama yang baik antar kedua klub diyakini menjadi kunci utama lancarnya seluruh proses perpindahan ini, hingga akhirnya Maxence Lacroix resmi diperkenalkan ke hadapan publik sebagai amunisi baru kebanggaan The Blues.













