New Delhi (PANTURATV.ID) - Jonatan Christie merasa sangat kecewa setelah tersingkir dari kompetisi bergengsi pekan ini. Tunggal putra andalan Indonesia itu kalah dramatis melawan wakil Denmark, Rasmus Gemke. Pertandingan menegangkan ini berlangsung sangat sengit pada ajang Kejuaraan Dunia BWF 2026. Mereka saling berhadapan di Indira Gandhi Arena, New Delhi, pada hari Kamis lalu. Awalnya, Jonatan mengawali pertandingan babak enam belas besar dengan penampilan sangat meyakinkan. Bahkan, unggulan ketiga tersebut sukses merebut kemenangan gemilang pada set pertama. Akan tetapi, momentum positif tersebut tidak mampu bertahan lama pada set kedua. Permainan Jonatan tiba-tiba mengalami penurunan tempo yang cukup drastis di lapangan. Akibatnya, kondisi tersebut langsung dimanfaatkan Gemke untuk segera mengambil kendali permainan.
Kekalahan pahit pada turnamen Kejuaraan Dunia BWF 2026 ini menjadi pukulan telak. "Setelah menang di gim pertama, tadi gim keduanya agak sedikit turun tempo permainannya," ungkap Jonatan. Selanjutnya, dia juga menambahkan bahwa lawannya sangat cerdik memanfaatkan kelemahan tersebut. "Dan dia mengambil kesempatan itu. Ini harus dipikirkan lagi sebagai bahan evaluasi," tegasnya.

Memasuki gim penentuan, Jonatan berusaha keras kembali membangun ritme permainan aslinya. Dia sempat mencoba mengembalikan tekanan kuat seperti pada set pertama tadi. Namun sayangnya, Rasmus Gemke juga ikut meningkatkan tempo serangan secara cepat. Oleh karena itu, Jonatan menjadi sangat kesulitan mengimbangi permainan agresif lawannya tersebut. "Awal gim ketiga saya kembalikan ritmenya tapi dia juga menaikkan tempo," ujar Jonatan. Selain itu, dia mengakui bahwa perubahan strategi lawan sangat merepotkan pertahanannya. "Dan itu membuat saya keteteran," tambahnya dengan raut wajah penuh penyesalan.
Pada akhirnya, kekalahan menyakitkan tersebut menghentikan langkah Jonatan di babak enam belas besar. Hasil buruk ini tentu terasa sangat mengecewakan bagi sang atlet berbakat. Pasalnya, dia datang ke India dengan target tinggi dan persiapan amat serius. "Sangat kecewa pastinya karena saya datang ke sini dengan harapan yang besar," kata Jonatan. Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa tingkat fokusnya sudah terbentuk dengan sangat baik. "Tapi ya di akhirnya memang harus menerima ini hasilnya," tutup pemain berusia dua puluh enam tahun itu. Kesimpulannya, Jonatan gagal melaju ke babak perempat final dan harus segera berbenah.










