Purwakarta (PANTURATV.ID) - Peristiwa kebakaran pabrik plastik purwakarta menghanguskan kawasan PT Iluva Gravure Industri pada Senin petang. Si jago merah melalap area gudang perusahaan di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Petugas mengindikasikan bahwa titik api bermula dari rumpun ilalang kering di bagian belakang pabrik. Kemudian, tiupan angin kencang menerbangkan percikan api menuju tumpukan limbah plastik yang sangat mudah terbakar. Akibatnya, kobaran api membesar dengan cepat dan merembet langsung ke bangunan utama gudang penyimpanan bahan baku.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, membeberkan kronologi penanganan bencana tersebut. Pihaknya menerima laporan darurat mengenai insiden ini pada pukul 17.45 WIB dari warga sekitar. "Begitu kami tiba di lokasi, api sudah menyala di area ilalang dan merembet kepada tumpukan limbah," kata Juddy Herdiana. Selain itu, hembusan angin kencang membuat kobaran api semakin sulit terkendali oleh tim penyelamat. Material plastik serta bahan resin di dalam gudang makin mempercepat perambatan si jago merah.

Luas area kawasan yang mengalami kerusakan akibat insiden ini mencapai sekitar 3.000 meter persegi. Oleh karena itu, petugas pemadam terpaksa menyemprotkan air hanya dari sisi luar bangunan gudang. Langkah ini menjadi pilihan paling aman karena kondisi struktur gedung sudah sangat berbahaya bagi personel. "Kami tidak berani masuk ke dalam karena posisinya sudah sangat tidak memungkinkan," ujar Juddy menjelaskan strategi timnya. Bahkan, tim gabungan sempat menghadapi kendala pasokan air akibat hidran perusahaan yang tidak berfungsi maksimal. Namun, beberapa perusahaan terdekat memberikan bantuan pasokan air bersih demi mendukung proses pemadaman.
Sebanyak 18 armada pemadam kebakaran bekerja keras menjinakkan api hingga Selasa dini hari. Tim gabungan akhirnya berhasil menguasai situasi sekitar pukul 04.30 WIB setelah berjuang belasan jam. Penanganan musibah kebakaran pabrik plastik purwakarta ini melibatkan bantuan dari Kabupaten Subang dan Karawang. Sementara itu, tim tetap menempatkan satu armada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan area. "Alhamdulillah hasil asesmen sekitar pukul 04.30 WIB api sudah tidak ada, hanya tinggal kepulan asap," tutur Juddy lega.

Meskipun musibah ini menghancurkan gedung beserta mesin pengolahan, peristiwa ini tidak menelan korban jiwa. Seluruh pekerja dan personel pemadam berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka sedikit pun. Kendati demikian, pengelola perusahaan berpotensi menanggung kerugian materiil hingga mencapai miliaran rupiah. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kemunculan api. Manajemen PT Iluva Gravure Industri sendiri menyerahkan seluruh proses hukum dan investigasi resmi kepada kepolisian.












