Banten (PANTURATV.ID) - Indonesia kini menduduki posisi strategis sebagai poros kekuatan industri kendaraan roda dua global. Pencapaian luar biasa ini terungkap dalam diskusi menarik bertajuk Berkampus Ria di Banten. Acara inspiratif tersebut merupakan hasil kolaborasi cemerlang antara pihak AHM dan media Kompas. Ahmad Muhibbuddin memaparkan bahwa status negara kita patut menjadi kebanggaan seluruh lapisan masyarakat.
Kemudian, General Manager Corporate Communication PT AHM tersebut membeberkan sebuah fakta yang menakjubkan.
"Ternyata Indonesia ini adalah market terbesar ketiga di dunia," ujar pria bernama Muhib.
Sepanjang tahun lalu, angka penjualan domestik sukses menyentuh rekor fantastis mencapai 6,4 juta unit. Alhasil, prestasi gemilang ini menjadikan Indonesia sebagai pasar sepeda motor terbesar setelah India. Tiongkok atau China masih memegang posisi puncak dalam peta industri otomotif roda dua.
Selanjutnya, potensi domestik yang luar biasa besar ini menguntungkan para pelaku industri lokal. Kondisi menguntungkan tersebut juga memikat banyak investor raksasa dari berbagai penjuru belahan dunia. Oleh karena itu, banyak pabrikan global antusias menanamkan modal investasi besar di Nusantara. Mereka berlomba menghadirkan beragam produk kendaraan roda dua terbaru untuk memanjakan konsumen Indonesia.

Menariknya, gelombang investasi asing ini tidak hanya berpusat pada perakitan kendaraan berbahan bakar fosil. Tren otomotif modern ternyata sudah mulai bergeser cepat menuju era elektrifikasi ramah lingkungan. Bahkan, Muhib menegaskan bahwa banyak produsen motor listrik global terus meramaikan pasar domestik.
Selain itu, muncul sebuah pertanyaan mengenai minimnya penetrasi produk lokal di jalanan internasional. Muhib menjelaskan bahwa produsen dalam negeri masih fokus memenuhi tingginya permintaan konsumen domestik. Konsumsi masyarakat lokal sangat masif sehingga kapasitas produksi pabrik langsung terserap secara maksimal.
"Kita bukan tidak mampu untuk ekspor, tapi memang permintaan di dalam negeri jauh lebih besar," ungkapnya.
Sebenarnya, performa ekspor kendaraan roda dua rakitan Indonesia masih menunjukkan tren yang positif. Namun, perusahaan otomotif harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar pasar sepeda motor terbesar ini. Akhirnya, volume pengiriman unit kendaraan ke luar negeri tetap stabil pada angka 500.000 unit. Dengan demikian, industri otomotif nasional terus menggerakkan roda perekonomian bangsa secara lebih kuat.














