LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Fakta di Balik Mitos Kuning Telur Bikin Kolesterol Naik, Simak Penjelasan Dokter!

Oleh Azizah Nafiu
21 Juli 2026
2 menit baca

Banyak orang menghindari kuning telur karena khawatir kolesterol naik. Namun, dokter spesialis gizi dr Cindiawaty Josito Pudjiadi menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Fakta di Balik Mitos Kuning Telur Bikin Kolesterol Naik, Simak Penjelasan Dokter!

Semarang (PANTURATV.ID) - Banyak orang sering menghindari konsumsi telur secara utuh demi menjaga kesehatan jantung. Masyarakat meyakini bahwa kuning telur bikin kolesterol naik secara signifikan di dalam darah. Oleh karena itu, mereka lebih memilih hanya menyantap putih telur setiap hari. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat jika kita melihat pola makan secara keseluruhan. Spesialis gizi, dr Cindiawaty Josito Pudjiadi, membenarkan adanya kandungan kolesterol pada bagian kuning telur. Namun, beliau menegaskan bahwa tubuh manusia juga memproduksi kolesterol secara alami setiap saat. Akibatnya, banyak faktor eksternal lain turut memicu lonjakan kadar kolesterol jahat tersebut.

"Selain kuning telur, sebenarnya yang lebih bahaya itu makanan yang mengandung lemak jenuh," ucapnya. Selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa asupan lemak jenuh amat berkontribusi menaikkan kadar kolesterol kita.

Banyak pakar kesehatan menyatakan bahwa kita tidak perlu takut menyantap telur utuh. Bahkan, para dokter menyarankan kita membatasi gorengan dan santan alih-alih menjauhi telur. Sejalan dengan hal itu, spesialis jantung dr Hasjim H juga memberikan pandangannya. Beliau mempertanyakan kebenaran klaim bahwa kuning telur bikin kolesterol naik secara terus menerus.

bakteri-salmonella-ada-di-dalam-telur-setengah-matang.jpg

Menurutnya, masalah utama justru muncul ketika orang menyantap telur bersama banyak makanan berlemak. "Yang salah adalah sudah kebanyakan makan telur, tambah gorengan, tambah gulai," kata dr Hasjim.

Akhirnya, kebiasaan buruk ini membuat asupan lemak harian menjadi sangat berlebihan bagi tubuh. Sebagai panduan, dokter Hasjim menyarankan konsumsi satu kuning telur setiap hari untuk orang sehat. Secara statistik, jumlah tersebut sudah cukup memenuhi kebutuhan harian kolesterol manusia secara umum. Sementara itu, pasien penderita penyakit jantung wajib membatasi asupan kolesterol hariannya secara ketat. Dokter Cindiawaty menganjurkan mereka membatasi asupan kolesterol sekitar 200 hingga 300 mg per hari.

Karena itu, setiap individu harus menyesuaikan jumlah konsumsi telur dengan kondisi kesehatan masing-masing. Di sisi lain, kita sama sekali tidak boleh melupakan kekayaan nutrisi telur. Telur memberikan asupan vitamin A, folat, vitamin B12, selenium, hingga kalsium untuk tubuh kita. Bahkan, makanan enak ini sering mendapat julukan sebagai salah satu bahan pangan padat nutrisi. Oleh karena itu, Anda tetap bisa menikmati telur sebagai bagian pola makan sehat harian. Asalkan, Anda selalu membatasi asupan lemak jenuh dan rutin menjalankan olahraga secara konsisten.

Tags

#kuning telur kolesterol#mitos kesehatan telur#dr Cindiawaty Josito Pudjiadi#kolesterol naik#kesehatan jantung Semarang#lemak jenuh berbahaya#nutrisi telur lengkap#tips diet sehat Jawa Tengah#dokter spesialis gizi#kolesterol telur#kuning telur#mitos kesehatan#dr Hasjim H#kesehatan jantung#nutrisi telur#Semarang#tips kesehatan#lemak jenuh#pola makan sehat#berita kesehatan Jawa Tengah

Tentang Penulis

Azizah Nafiu

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

50 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori