Semarang (PANTURATV.ID) – Suasana Balai RW 7 Kelurahan Purwoyoso tampak lebih produktif dari biasanya pada hari Minggu (12/7/2026). Peserta yang terdiri dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga tampak antusias mengikuti kegiatan "Workshop Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Strategi Penentuan Harga Jual" yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVIII Universitas Semarang (USM).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja individu Muhammad Nova Ramadhani, mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Semarang, yang disusun berdasarkan hasil observasi mendalam di lapangan serta koordinasi erat dengan perangkat kelurahan setempat.
Berdasarkan hasil pemetaan dan observasi di lingkungan warga, banyak pelaku UMKM yang memiliki usaha sendiri dan yang memiliki berkualitas tinggi, namun masih mengalami kendala dalam hal pengelolaan keuangan basic (dasar). Sebagian besar pelaku usaha mikro didapati belum memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta menentukan harga jual produk hanya berdasarkan perkiraan atau sekadar mengikuti harga kompetitor tanpa menghitung komponen biaya produksi secara riil. Kondisi inilah yang melatarbelakangi munculnya program edukasi finansial ini sebagai upaya nyata untuk meningkatkan literasi keuangan dan daya saing UMKM di era kompetisi pasar yang makin ketat.
Melihat fenomena tersebut, mahasiswa KKN menginisiasi program bertajuk “UMKM Melihat Finansial: seperti harga jual harga beli”. Sasaran utama dari program ini adalah para pemilik usaha kecil mandiri, ibu-ibu pelaku industri rumahan. Program ini bertujuan memberikan pemahaman praktis yang aplikatif mengenai manajemen biaya pokok. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai pengenalan komponen biaya tetap (fixed cost) seperti penyusutan alat, biaya variabel (variable cost) seperti bahan baku dan kemasan, hingga perhitungan upah tenaga kerja untuk diri sendiri yang sering kali diabaikan oleh pelaku usaha kecil. Selain teori, mahasiswa juga memberikan simulasi lembar kerja (rumus HPP) sederhana dan metode penentuan harga jual menggunakan strategi Cost Plus Pricing serta Value Based Pricing.
“Melalui program kerja ini, kami berharap para pelaku UMKM tidak lagi merugi tanpa disadari atau sekadar 'gulung piring' karena salah menentukan harga jual. Dengan formula perhitungan yang ringkas dan mudah dipahami, mereka bisa mengetahui margin keuntungan bersih secara pasti, mengontrol biaya produksi, dan mengoptimalkan omset usahanya agar naik kelas,” ujar Muhammad Nova Ramadhani.
Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya menuntaskan kewajiban pengabdian masyarakat, melainkan juga berupaya menghadirkan solusi konkret yang menyentuh langsung akar permasalahan ekonomi di akar rumput. Diharapkan workshop perhitungan HPP di wilayah Semarang ini mampu menjadi pemantik awal peningkatan literasi finansial masyarakat, memperkokoh fondasi UMKM lokal, serta mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan














