Selat Sunda (PANTURATV.ID) Aktivitas vulkanik di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Petugas memantau puluhan kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam rentang waktu sehari. Selain itu, semburan abu vulkanik membubung tinggi di atas puncak kawah gunung api. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam pekat bergerak mengikuti arah angin perkotaan. Seismograf merekam getaran letusan dengan amplitudo maksimum yang tergolong cukup tinggi.
Rangkaian letusan terus terjadi sejak dini hari hingga malam hari tanpa henti. Sebab, pergerakan magma dari dalam perut bumi masih berlangsung secara sangat aktif. Oleh karena itu, Badan Geologi mempertahankan status gunung api pada Level III. Petugas pos pengamatan terus memantau perkembangan grafik tremor selama dua puluh empat jam. Fluktuasi kegempaan mengindikasikan potensi letusan susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Meskipun kawah berada di pulau kosong, bahaya lontaran material tetap mengintai kawasan sekitar. Namun, ancaman bahaya letusan dapat meluas jika amplitudo getaran mengalami kenaikan tajam. Petugas mengimbau seluruh masyarakat agar mewaspadai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau ini. Wisatawan dan nelayan wajib menjauhi kawasan kawah dalam radius tiga kilometer. Larangan beraktivitas bertujuan mencegah risiko cedera akibat lontaran batu pijar panas.
Sementara itu, warga pesisir mengamati situasi terkini sambil tetap menjaga kewaspadaan harian. Masyarakat umum hendaknya tidak memaksakan diri mendekati zona berbahaya tanpa alat pelindung. Koordinasi antarlembaga terus berjalan demi menjamin keselamatan warga di sekitar Selat Sunda. Penanganan cepat atas erupsi Gunung Anak Krakatau dapat meminimalkan risiko bencana alam. Dengan demikian, kesiapsiagaan bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana vulkanik.












