Semarang (PANTURATV.ID) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengambil langkah nyata untuk memperkuat sektor pertanian daerah dengan membagikan sebanyak 1.507 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) ke 32 kabupaten/kota pada Rabu (4/11/2026). Bantuan dengan nilai total mencapai hampir Rp79 miliar ini disalurkan demi mempercepat proses mekanisasi, mengurangi risiko kehilangan hasil panen, sekaligus mendongkrak angka produktivitas para petani di berbagai daerah.
Jenis bantuan yang diserahkan pun sangat beragam, mulai dari traktor ukuran besar hingga bajak singkal yang sudah disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Dilansir dari Headline News Metro TV, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya pemanfaatan bantuan tersebut oleh para petani.
"Hari ini kita salurkan bantuan 1.507 alsintan senilai hampir Rp79 miliar. Jenisnya disesuaikan dengan karakter daerah, mulai dari traktor besar hingga bajak singkal. Harapannya, seluruh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dapat memanfaatkannya untuk melipatgandakan hasil pertanian," ujar Ahmad Luthfi.
Penerapan teknologi pertanian terkini dinilai sebagai kunci utama agar Jawa Tengah sanggup mempertahankan posisinya sebagai salah satu penopang lumbung pangan nasional. Catatan Pemprov menunjukkan bahwa produksi Gabah Kering Panen (GKP) pada tahun 2025 berhasil menembus angka 11,5 juta ton, sedangkan capaian pada tahun ini telah menyentuh 8,5 juta ton.
Ahmad Luthfi optimistis target produksi daerah akan kembali tercapai dengan sisa waktu kerja yang ada.
"Dengan sisa waktu empat bulan ke depan, saya yakin Jawa Tengah mampu mencapai target dan terus menyumbang 16,5 persen untuk kebutuhan pangan nasional," imbuhnya.
Di samping mendorong kuantitas panen, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah mencatat penggunaan mesin modern sanggup menghemat efisiensi kerja petani hingga 50 persen. Efisiensi ini diharapkan tidak cuma memaksimalkan potensi lahan, melainkan juga sanggup menarik minat generasi muda untuk terjun menjadi petani milenial yang adaptif terhadap teknologi.














