Semarang (PANTURATV.ID) - Banyak orang menganggap munculnya uban sebagai tanda penuaan alami yang tidak bisa kembali seperti semula. Namun, pandangan medis terbaru menunjukkan bahwa potensi rambut beruban kembali berwarna masih sangat mungkin terjadi pada kondisi tertentu. Dokter sekaligus influencer kesehatan dr Adam Prabata memberikan penjelasan mengenai fenomena medis yang sangat menarik ini. Beliau menyebut bahwa faktor kondisi psikologis memegang peranan sangat penting terhadap warna folikel rambut seseorang. "Ternyata rambut beruban itu gak selalu permanen, bisa dipengaruhi oleh stress," ujar dr Adam, dikutip Minggu (23/8/2026).
Selain itu, dr Adam merujuk sebuah penelitian ilmiah tentang dinamika perubahan warna rambut manusia secara kuantitatif. Riset tersebut membuktikan bahwa penurunan tekanan jiwa dapat memicu proses repigmentasi folikel rambut secara alami. "Ada penelitian yang menemukan bahwa sebagian rambut yang sudah beruban itu bisa kembali berwarna atau repigmentasi. Kapan? Saat tingkat stress-nya menurun," katanya. Oleh karena itu, peluang rambut mengembalikan pigmen aslinya jauh lebih tinggi ketika perubahan baru saja terjadi.

Meskipun demikian, peningkatan tingkat kecemasan akan mempercepat kehilangan pigmen alami serta mengganggu kinerja metabolisme rambut secara keseluruhan. "Proses kembalinya rambut berwarna ini terutama terjadi pada saat tahap awal muncul uban. Peningkatan stress berhubungan dengan munculnya uban. Pada rambut yang beruban ditemukan peningkatan metabolisme dan pertahanan terhadap antioksidan," kata dr Adam.
Sementara itu, pengelolaan emosi secara tepat mampu membantu memulihkan warna asli rambut yang sempat memutih sebelumnya. "Sedangkan saat stress menurun, maka rambut yang sudah mulai kehilangan warnanya bisa kembali berwarna," ucapnya. Bahkan, para ahli kesehatan menegaskan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental secara seimbang bagi masyarakat modern.

Oleh sebab itu, setiap individu perlu mengendalikan tingkat kecemasan harian untuk mendukung vitalitas kesehatan akar rambut. Namun, faktor genetika serta kondisi usia tubuh tetap turut menentukan keberhasilan proses pemulihan warna rambut tersebut. Langkah penanganan sejak dini dapat memberikan hasil yang jauh lebih optimal. Selanjutnya, masyarakat hendaknya membiasakan pola hidup sehat demi menjaga keberadaan potensi rambut beruban kembali berwarna dalam jangka panjang.















