London (PANTURATV.ID) - Setelah menghabiskan waktu hampir dua puluh tahun, Trevoh Chalobah akhirnya resmi menutup perjalanannya bersama Chelsea. Bek asal Inggris ini memutuskan untuk memulai petualangan baru di Italia dengan bergabung bersama Como 1907 di Serie A. Nilai transfer yang mencapai tiga puluh satu juta poundsterling mengiringi kepergiannya dari klub yang membesarkan namanya tersebut.
Karier Chalobah di Stamford Bridge jauh dari kata mulus dan justru penuh dengan ujian mental yang luar biasa. Saat masih berada di akademi Cobham, ia pernah menangis di dalam mobil karena merasa kemampuannya tertinggal dari rekan-rekan sebayanya.

Kesulitan kembali menghampirinya pada tahun 2024 di bawah kepelatihan Enzo Maresca, di mana ia sempat terlempar ke kelompok pemain buangan. Akan tetapi, kemampuannya untuk selalu bangkit dari keterpurukan menjadi senjata utamanya. Ia sukses membuktikan diri hingga kembali ke skuad utama dan mencatatkan total seratus lima puluh satu penampilan untuk The Blues.

Meski pada akhirnya harus terdepak akibat perombakan skuad besar-besaran yang dilakukan oleh manajemen baru di bawah Todd Boehly, Chalobah memilih untuk pergi tanpa membawa sedikit pun rasa kecewa. Ia menyadari bahwa banyak dinamika dalam sepak bola yang berada di luar kendalinya. Sebaliknya, ia merasa amat bersyukur atas semua tantangan yang telah mendewasakannya dan merasa bangga pernah mengangkat berbagai trofi bergengsi. Ia pun menegaskan akan selalu mendukung Chelsea dari kejauhan.

Perjalanan karier Chalobah hingga mencapai level tertinggi juga sangat dipengaruhi oleh dua tokoh penting. Sosok pertama adalah Thomas Tuchel, pelatih yang tidak hanya memberikannya kesempatan debut di tim utama Chelsea, tetapi juga mewujudkan kejutan manis dengan memanggilnya membela Tim Nasional Inggris pada ajang Piala Dunia.
Sosok kedua yang kini memegang peran kunci dalam masa depannya adalah Cesc Fabregas. Mantan seniornya di Chelsea tersebut kini bertindak sebagai juru taktik Como 1907. Penjelasan rinci mengenai visi klub dan kepercayaan Fabregas terhadap jiwa kepemimpinan Chalobah berhasil meyakinkan sang pemain untuk memilih Como, sekaligus menepis ketertarikan dari klub raksasa sekelas Inter Milan. Keputusan ini diambil melalui pertimbangan yang sangat matang, dan Chalobah kini siap mengukir sejarah baru di kompetisi Italia.













