Semarang (PANTURATV.ID) - Banyak orang masa kini selalu memilih pemanis buatan untuk mengurangi asupan kalori harian. Mereka berharap langkah praktis ini bisa menurunkan berat badan secara sangat efektif dan cepat. Namun, Anda harus senantiasa mempertimbangkan efek konsumsi stevia setiap hari bagi kesehatan tubuh manusia. Oleh karena itu, kita perlu melihat panduan kesehatan resmi dari lembaga internasional terpercaya. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO baru-baru ini sudah merilis panduan lengkap mengenai isu kesehatan ini.
Selanjutnya, WHO meneliti berbagai bukti ilmiah mengenai penggunaan bermacam-macam pemanis yang tanpa gula. Lembaga ini terang-terangan menyatakan bahwa pemanis tersebut tidak selalu memberikan manfaat jangka panjang. Faktanya, mereka tidak berhasil menemukan bukti kuat terkait penurunan lemak tubuh secara permanen. Bahkan, beberapa penelitian observasional menemukan hubungan antara pemanis buatan dengan risiko penyakit kronis. Misalnya, kebiasaan ini berpotensi besar meningkatkan risiko diabetes tipe dua dan penyakit kardiovaskular.
Meskipun demikian, temuan tersebut tidak secara otomatis membuktikan bahwa pemanis langsung memicu penyakit. Sebab, para ahli sungguh menekankan kemungkinan adanya faktor lain penentu hasil penelitian observasional. Sebagai contoh, orang dengan risiko obesitas mungkin lebih sering memilih produk pemanis buatan. Akibatnya, WHO memberikan rekomendasi kondisional dan tidak melarang masyarakat untuk menggunakan pemanis buatan. Lalu, bagaimana pakar kesehatan ternama menilai tingkat keamanan dari konsumsi stevia setiap hari?

Tentu saja, stevia memiliki standar keamanan tersendiri berdasarkan evaluasi toksikologi para pakar kesehatan. Lembaga internasional EFSA menetapkan batas asupan harian yang bisa kita konsumsi secara aman. Mereka selalu mengizinkan asupan empat miligram per kilogram berat badan seseorang setiap harinya. Artinya, seseorang berbobot enam puluh kilogram bisa mengonsumsi sekitar dua ratus empat puluh miligram. Namun, Anda tentu tidak boleh menafsirkan angka takaran harian ini secara sembarangan begitu saja.
Lebih lanjut, predikat status aman tidak lantas mewajibkan kita untuk terus menerus menikmatinya. Suatu pemanis mungkin berstatus aman, tetapi tidak selalu memberikan manfaat kesehatan secara optimal. Oleh sebab itu, WHO sungguh mendorong masyarakat untuk menurunkan tingkat kemanisan makanan harian. Sebaliknya, aktivitas konsumsi stevia setiap hari ini hanya bertindak sebagai alat bantu sementara. Pada akhirnya, kita harus mulai membiasakan diri menyukai aneka pola makan tanpa gula. Jika Anda sangat ingin mengurangi gula, Anda bisa mengandalkan stevia dengan penuh kebijaksanaan.















