Kupang (PANTURATV.ID) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Timur mengimbau warga agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar burung terkait ramalan gempa susulan. Imbauan ini dikeluarkan pada Senin, 17 Agustus 2026, menyusul maraknya pesan berantai yang mengklaim bakal terjadi gempa lindu di lokasi dan jam tertentu secara spesifik. Pihak BMKG memastikan isu yang meresahkan tersebut sama sekali tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Dilansir dari Metrotvnews, Kasubag Tata Usaha Stasiun Geofisika Kelas I Kupang, Burchardus Vilarius Pape Man, menegaskan bahwa hingga detik ini belum ada sains atau instrumen apa pun di dunia yang bisa meramal kapan bencana itu datang.
"Hingga kini, teknologi dan metode ilmiah belum mampu menentukan kapan dan di mana gempa bumi akan terjadi secara pasti. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik menyikapi informasi yang beredar," paparnya.
Kepanikan warga memang terbilang wajar mengingat aktivitas kegempaan di wilayah NTT sedang tinggi-tingginya. Sejak gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang, BMKG mencatat sudah ada 1.624 kali lindu susulan hingga Senin siang. Namun, kepanikan yang dipicu kabar bohong justru dapat memperburuk keadaan dan membahayakan keselamatan warga di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Ikuti terus perkembangan dari kanal resmi BMKG agar tidak terpengaruh oleh hoaks," tambahnya.
Guna menghindari kepanikan massal, BMKG terus bersiaga memantau pergerakan tektonik di NTT selama 24 jam penuh. Warga diharapkan hanya memantau pembaruan situasi melalui aplikasi resmi Info BMKG atau kanal media sosial terverifikasi milik pemerintah. Dengan menyaring kabar yang masuk, masyarakat bisa tetap waspada tanpa harus termakan isu liar yang sengaja diembuskan pihak tidak bertanggung jawab.












