Amerika Serikat (PANTURATV.ID) - Tim nasional sepak bola Spanyol berhasil memastikan diri sebagai kampiun dalam ajang Piala Dunia 2026. Hasil manis ini didapatkan oleh skuad berjuluk La Roja tersebut setelah mereka menyudahi perlawanan sengit dari sang rival, Argentina, pada partai puncak. Kemenangan ini sekaligus mengubur ambisi besar megabintang Albiceleste, Lionel Messi, yang berharap bisa menutup karier internasionalnya dengan sebuah trofi emas tambahan bagi negaranya.
Pertandingan penentu yang penuh dengan tensi tinggi ini diselenggarakan di Stadion MetLife yang terletak di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat pada Senin dini hari waktu Indonesia barat. Sepanjang waktu normal, kedua kesebelasan bermain sangat ketat sehingga papan skor tetap menunjukkan angka kacamata. Kebuntuan tersebut pada akhirnya sukses dipecahkan oleh penyerang Spanyol bernama Ferran Torres yang berhasil menyarangkan bola ke dalam gawang Argentina ketika pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu, tepatnya pada menit ke seratus enam.
Sejak awal peluit dibunyikan, anak-anak asuh dari Spanyol tampil sangat dominan dengan menguasai jalannya permainan secara penuh. Di sisi lain, lini pertahanan Argentina dipaksa bekerja ekstra keras untuk meredam serangan bergelombang dari lini depan lawan. Skuad asuhan Lionel Scaloni bahkan terlihat sangat kesulitan mengembangkan permainan kreatif mereka dan gagal melepaskan satu pun tendangan yang mengarah tepat ke sasaran hingga laga berakhir. Keunggulan Spanyol semakin tidak terbendung setelah salah satu pemain andalan Argentina, Enzo Fernandez, harus diusir keluar lapangan oleh wasit akibat menerima kartu kuning kedua di pengujung babak kedua.

Bagi tim matador, keberhasilan membawa pulang trofi bergengsi ini menjadi catatan emas kedua mereka dalam sejarah sepak bola, setelah sebelumnya mereka pernah merasakan gelar juara dunia pertama kali pada tahun 2010 silam. Sementara bagi pihak lawan, hasil minor ini menorehkan kesedihan mendalam, khususnya bagi kapten mereka yang saat ini sudah menginjak usia tiga puluh sembilan tahun.
Kemenangan yang diraih oleh Spanyol menunjukkan bahwa kedisiplinan taktik serta dominasi permainan menjadi faktor penentu utama di dalam laga krusial sekelas final Piala Dunia. Di sisi lain, hasil ini juga membuktikan bahwa akhir dari sebuah era pesepak bola legendaris tidak selalu ditutup dengan akhir yang indah, seperti yang harus dirasakan oleh kubu Argentina saat ini.













