Amerika Serikat (PANTURATV.ID) - Sebuah sejarah baru telah tercipta di kancah sepak bola internasional ketika penyerang andalan tim nasional Perancis, Kylian Mbappe, secara resmi menahbiskan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah penyelenggaraan turnamen Piala Dunia. Kepastian pencapaian rekor prestisius ini didapatkan setelah penyerang yang kini berusia dua puluh tujuh tahun tersebut berhasil menyarangkan dua gol ke gawang lawan dalam pertandingan perebutan tempat ketiga melawan tim nasional Inggris. Pertandingan tersebut berlangsung pada hari Sabtu tanggal delapan belas Juli dua ribu dua puluh enam.
Meskipun pada laga tersebut skuad Les Bleus harus mengakui keunggulan skuad Tiga Singa dengan skor akhir empat berbanding enam, tambahan sepasang gol dari Mbappe sukses melesatkan total perolehan golnya di ajang Piala Dunia menjadi dua puluh dua gol. Angka ini secara sah melampaui rekor dua puluh satu gol yang sebelumnya dipegang erat oleh kapten legendaris tim nasional Argentina, Lionel Messi.

Kondisi ini semakin dipertegas menyusul hasil pertandingan babak final yang mempertemukan Argentina dengan Spanyol pada Senin dini hari Waktu Indonesia Barat tanggal dua puluh Juli dua ribu dua puluh enam. Pada laga pamungkas tersebut, Lionel Messi yang kini telah menginjak usia tiga puluh sembilan tahun, tidak berhasil menambah pundi-pundi golnya. Tim Tango harus menelan pil pahit berupa kekalahan satu kosong dari tim Matador Spanyol. Kegagalan mencetak gol di partai final tersebut membuat megabintang Argentina itu harus mengakhiri perjalanannya di turnamen ini dengan raihan delapan gol dari total delapan pertandingan yang ia jalani.
Mengingat faktor usianya, edisi dua ribu dua puluh enam ini diyakini kuat menjadi panggung Piala Dunia terakhir bagi Messi. Sebaliknya, dengan usianya yang terbilang masih berada di masa keemasan, Kylian Mbappe diprediksi kuat masih memiliki peluang yang sangat besar untuk kembali merumput dan memperpanjang rekornya pada setidaknya satu edisi Piala Dunia lagi di masa mendatang.

Pencapaian Mbappe pada turnamen kali ini tidak hanya sekadar melewati rekor gol milik Messi, tetapi juga menorehkan catatan emas lainnya. Ia resmi menyandang status sebagai pemain pertama di era sepak bola modern yang sanggup mencetak gol dalam jumlah dua digit pada satu edisi Piala Dunia. Prestasi luar biasa seperti ini terakhir kali ditorehkan oleh legenda besar sepak bola Jerman Barat, Gerd Muller, pada perhelatan tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh.
Dalam catatan sejarah panjang Piala Dunia, hanya ada dua nama pemain yang pernah menorehkan jumlah gol lebih banyak dari Mbappe dalam satu edisi turnamen tunggal. Mereka adalah kompatriot senegara Mbappe, Just Fontaine, yang sukses mencetak tiga belas gol pada tahun seribu sembilan ratus lima puluh delapan, serta penyerang legendaris asal Hungaria, Sandor Kocsis, yang mengoleksi sebelas gol pada perhelatan tahun seribu sembilan ratus lima puluh empat.

Menanggapi pencapaian individunya yang sangat luar biasa ini, Mbappe menunjukkan sikap yang amat rendah hati dan lebih mengedepankan kepentingan tim di atas segalanya. Berdasarkan laporan dari Reuters pada hari Minggu tanggal sembilan belas Juli dua ribu dua puluh enam, mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sempat meyakini Messi pasti akan mencetak gol pada laga final. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya selama berada di atas lapangan hijau hanyalah berusaha sekuat tenaga untuk membantu tim nasional Perancis meraih kemenangan.
Mbappe sangat menyadari bahwa mencetak banyak gol di panggung sebesar Piala Dunia memang akan menempatkan seorang pemain pada kasta sejarah yang sangat spesial. Namun demikian, ia secara terang-terangan mengakui bahwa dirinya jauh lebih memilih untuk tidak mendapatkan predikat pencetak gol terbanyak sepanjang masa asalkan ia bisa membawa Perancis bermain di pertandingan final dan mengangkat trofi. Meskipun ia menilai rekor pribadi ini akan menjadi sebuah warisan yang sangat indah untuk perjalanan kariernya di masa depan, hal tersebut diakuinya bukanlah prioritas utama yang ada di benaknya pada saat memikirkan kegagalan timnya melaju ke partai puncak.

Perjalanan Kylian Mbappe dalam mengumpulkan pundi-pundi golnya sepanjang turnamen edisi dua ribu dua puluh enam ini terbilang sangat impresif dan dijaga dengan konsistensi tinggi. Rentetan golnya sudah dimulai semenjak fase penyisihan grup bergulir, di mana ia sukses menjaringkan masing-masing dua gol saat Perancis berhadapan dengan tim nasional Senegal dan juga tim nasional Irak. Ketajamannya terus berlanjut saat memasuki babak tiga puluh dua besar dengan kembali menyumbangkan dua gol ke gawang Swedia.
Selanjutnya, pada pertandingan babak enam belas besar saat dihadapkan dengan Paraguay, Mbappe tampil sebagai pahlawan penentu kemenangan melalui eksekusi tendangan penalti pada menit ketujuh puluh yang menjadi satu-satunya gol krusial pada laga tersebut. Langkah gemilangnya belum berhenti di sana, karena ia kembali mencatatkan namanya di papan skor dengan mencetak satu gol saat menyingkirkan perlawanan sengit Maroko di babak perempat final, sebelum akhirnya menutup penampilannya di turnamen ini dengan menyarangkan sepasang gol ke gawang Inggris pada laga perebutan medali perunggu.
Sementara itu, merujuk pada analisis yang disiarkan oleh BBC pada hari Minggu, Lionel Messi sejatinya masih memiliki sebuah peluang secara matematis untuk kembali menyalip torehan gol dari Mbappe pada hari terakhir turnamen. Syarat utamanya adalah kapten Argentina tersebut harus mampu tampil spektakuler dengan mencetak minimal tiga gol sekaligus atau hattrick pada pertandingan final melawan Spanyol. Namun, skenario tersebut pada akhirnya harus pupus seiring dengan kekalahan tipis Argentina dan ketatnya barisan pertahanan Spanyol yang terbukti sangat solid dan tak tertembus oleh sang legenda. Di luar persaingan ketat antara kedua megabintang lintas generasi tersebut, daftar pencetak gol terbanyak turnamen juga diramaikan oleh kontribusi beberapa nama besar lainnya di dunia sepak bola.

Gelandang muda andalan Inggris, Jude Bellingham, serta penyerang haus gol asal Norwegia, Erling Haaland, sama-sama berhasil menyelesaikan rangkaian turnamen dengan mengumpulkan koleksi tujuh gol. Tepat di bawah mereka, terdapat penyerang sayap lincah milik Perancis, Ousmane Dembele, serta ujung tombak sekaligus kapten kesebelasan Inggris, Harry Kane, yang masing-masing sukses mencatatkan torehan enam gol sepanjang kompetisi.
Sebagai penyempurna kebahagiaan bagi kubu tim nasional Spanyol yang akhirnya keluar sebagai kampiun dunia yang baru, pilar lini tengah mereka, Rodri, turut memborong apresiasi tertinggi dengan dinobatkan secara resmi sebagai peraih penghargaan Bola Emas, sebuah gelar prestisius yang mengukuhkan dirinya sebagai pemain terbaik di sepanjang gelaran turnamen tersebut.












