Semarang (PANTURATV.ID) - Dosen Departemen Fisika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP), Dr. Suci Faniandari, menjalani program Staff Mobility di DeepNano Research Group, James Watt School of Engineering, University of Glasgow, Inggris, selama 1–30 Juli 2026.
Melalui program tersebut, Dr. Suci melakukan kolaborasi penelitian di bidang fisika komputasi, material kuantum, dan simulasi perangkat semikonduktor bersama tim yang dipimpin oleh Professor Vihar Georgiev, Kepala DeepNano Research Group.
Penelitian yang dikembangkan berfokus pada kajian sifat elektronik semikonduktor dua dimensi (2D) yang direkayasa melalui cacat material menggunakan pendekatan first-principles calculations dan metode komputasi kuantum terkini. Riset ini diarahkan untuk mendukung pengembangan teknologi nanoelektronik dan optoelektronik generasi mendatang.
Dr. Suci mengatakan bahwa program tersebut membuka kesempatan untuk bertukar pengetahuan sekaligus membangun arah penelitian baru bersama peneliti internasional.
“Program ini memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan arah riset baru, serta membangun fondasi kolaborasi yang berkelanjutan antara Universitas Diponegoro dan University of Glasgow,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama internasional menjadi penting untuk mempercepat pengembangan penelitian, terutama pada bidang material kuantum dan teknologi semikonduktor yang berkembang sangat cepat secara global.
“Melalui kolaborasi ini kami berharap dapat menghasilkan publikasi ilmiah yang berdampak, sekaligus membuka peluang riset bersama, pertukaran akademik, dan pengembangan pendanaan penelitian di masa mendatang,” tambahnya.
Selama berada di University of Glasgow, Dr. Suci terlibat dalam diskusi ilmiah intensif mengenai pemodelan material kuantum dan simulasi perangkat semikonduktor. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring penelitian antara peneliti Indonesia dan Inggris.
Kolaborasi ini juga dinilai strategis mengingat kebutuhan akan perangkat elektronik yang semakin kecil, cepat, dan hemat energi terus meningkat. Material semikonduktor dua dimensi menjadi salah satu kandidat utama untuk mendukung pengembangan teknologi elektronik masa depan.
Selain menghasilkan luaran penelitian, program Staff Mobility diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih luas antara FSM UNDIP dan University of Glasgow, termasuk publikasi bersama, pertukaran peneliti, serta pengembangan proyek riset multidisiplin.
“Saya berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang menjadi kerja sama jangka panjang yang memberikan manfaat bagi kedua institusi dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang material kuantum dan teknologi semikonduktor,” tutup Dr. Suci.












