Jakarta (PANTURATV.ID) - Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengakhiri masa jabatan kenegaraannya pada minggu ini. Oleh karena itu, beliau langsung menyerahkan semua urusan peralihan utang Whoosh kepada Menteri penerusnya. Suahasil Nazara sekarang resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan baru untuk menggantikan posisi Purbaya tersebut. Akibatnya, Suahasil kini wajib menangani semua rencana pelunasan kewajiban proyek kereta cepat andalan tersebut. Kebijakan peralihan utang Whoosh ini mulai berlaku secara efektif semenjak peresmian hari Selasa kemarin. Keduanya melangsungkan acara serah terima jabatan kenegaraan penting ini pada Kantor Pusat Kementerian Keuangan. Purbaya amat meyakini kapabilitas sosok Suahasil dalam memimpin institusi kementerian tersebut secara sangat baik.
Selanjutnya, Purbaya kini merasa sangat lega setelah tidak lagi menduduki kursi jabatan Menteri Keuangan. Bahkan, beliau sungguh merasa bebas dari beban pemikiran tentang kewajiban finansial negara yang raksasa. Pemerintah pusat memang merestrukturisasi pinjaman proyek kereta cepat tersebut dengan rentang waktu sangat panjang. Sehingga, negara kita wajib mengangsur cicilan sebesar satu triliun rupiah setiap kurun waktu tahunnya. Masa pembayaran angsuran triliunan ini bakal berlangsung secara konsisten hingga delapan puluh tahun mendatang. Oleh sebab itu, tugas besar ini membutuhkan komitmen tinggi dari seluruh jajaran kementerian tersebut.
Lebih lanjut, Purbaya juga berulang kali menyampaikan kelakarnya berkaitan dengan tenggat pelunasan yang lama. Beliau sangat mensyukuri momen kebebasannya dari tanggung jawab sangat berat tersebut pada saat ini. Selain itu, beliau cukup meragukan sisa usianya mampu mencapai batas akhir masa pelunasan pinjaman. Maka dari itu, beliau kini hanya bisa terus memanjatkan doa untuk kebaikan bangsa ini. Purbaya juga sering tertawa lepas saat bercengkerama santai dengan para jurnalis mengenai persoalan tersebut. Beliau sungguh menikmati momen acara perpisahannya bersama jajaran staf kementerian serta para awak media.

Sementara itu, pemerintah segera mengalihkan pengelolaan kewajiban finansial kereta ini dari lembaga strategis Danantara. Kementerian Keuangan pasti berani mengambil alih tanggung jawab negara tersebut mulai pertengahan bulan ini. Sebagai gantinya, entitas Special Mission Vehicle akan mengeksekusi proses pembayaran angsuran secara rutin tiap tahunnya. Alternatif lainnya, perusahaan Indonesia Investment Authority juga berpeluang besar mengambil peran penting pelunasan ini. Akan tetapi, sosok Menteri Keuangan baru tetap memegang kendali atas eksekusi peralihan utang Whoosh. Suahasil Nazara wajib segera menyusun strategi brilian demi mengamankan stabilitas arus kas negara kita.
Tentu saja, Purbaya selalu konsisten menilai beban tahunan proyek ini tidak terlalu mengkhawatirkan negara. Beliau meyakini kehadiran satu entitas perusahaan pembiayaan mampu mengelola kewajiban tahunan secara lebih optimal. Terlebih lagi, dua entitas pembiayaan pada Kementerian Keuangan selalu memiliki tingkat ketersediaan dana memadai. Akibatnya, pemerintah pusat tidak pernah perlu cemas mengenai kapasitas pembayaran utang pada masa mendatang. Akhirnya, Suahasil Nazara harus terus membuktikan keandalannya dalam menjaga stabilitas anggaran belanja negara kita. Seluruh masyarakat Indonesia tentu menantikan realisasi langkah nyata Suahasil dalam merampungkan persoalan finansial ini.













