LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Panduan Pintar Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan Anak Saat Terjadi Hujan Abu Gunung Berapi

Oleh Alfira Aufa
10 September 2026
2 menit baca

Erupsi gunung berapi menyebarkan abu vulkanik yang mengandung silika berbahaya bagi kesehatan anak. Orang tua perlu mengambil langkah protektif dengan membatasi aktivitas luar, menggunakan masker.

Panduan Pintar Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan Anak Saat Terjadi Hujan Abu Gunung Berapi

Semarang (PANTURATV.ID) - Erupsi gunung berapi yang menyebarkan abu vulkanik ke berbagai wilayah sekitarnya menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak. Partikel abu yang dihasilkan dari material erupsi mengandung kristal silika yang tajam serta senyawa kimia berbahaya. Kondisi ini berisiko memicu iritasi pada mata, kulit, hingga gangguan pernapasan kronis karena saluran napas anak masih dalam tahap perkembangan. Oleh sebab itu, orang tua perlu mengambil langkah protektif yang tepat demi memastikan buah hati mereka tetap aman selama ancaman abu vulkanik masih berlangsung.

Langkah pertama yang sangat disarankan oleh para ahli medis adalah membatasi aktivitas anak di luar rumah. Mengingat paparan udara terbuka yang tercemar partikel tajam berbahaya, berada di dalam ruangan merupakan tempat perlindungan paling aman bagi anak. Pastikan seluruh jendela, pintu, dan sirkulasi udara luar ditutup rapat agar partikel abu tidak mudah masuk dan mengontaminasi ruangan dalam rumah. Jika menggunakan alat pendingin udara, ubah pengaturannya agar tidak menyedot udara segar langsung dari luar bangunan.

Selanjutnya, pemakaian alat pelindung diri menjadi kewajiban apabila anak berada dalam kondisi darurat yang mengharuskan keluar ruangan. Masker dengan ukuran yang pas dan menutupi hidung serta mulut secara rapat harus dipakai. Kacamata pelindung juga disarankan untuk mencegah iritasi pada mata anak akibat serpihan halus silika. Bagi anak di bawah usia dua tahun, penggunaan masker umumnya tidak dianjurkan demi mencegah risiko sesak atau gangguan pernapasan, sehingga opsi terbaik adalah tetap menjaga mereka di dalam ruangan tertutup sepenuhnya.

Pembersihan area rumah dan tubuh setelah beraktivitas juga memegang peranan krusial. Pakaian yang digunakan saat terpapar abu harus segera dilepas dan dibersihkan. Hindari mengibaskan pakaian atau menyapu abu dalam keadaan kering karena tindakan tersebut justru membuat partikel beracun beterbangan kembali ke udara dan terhirup. Sebaiknya basahi area berabu dengan sedikit air sebelum dibersihkan dan minta anak untuk segera mandi serta membersihkan area wajah.

Mengingat organ pernapasan anak-anak belum terbentuk sempurna dan memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap paparan silika, tindakan pencegahan serta proteksi ekstra dari orang tua di dalam rumah merupakan kunci utama untuk menghindarkan mereka dari gangguan kesehatan fatal akibat hujan abu vulkanik.

Tags

#kesehatan anak#abu vulkanik#saluran pernapasan#Jawa Tengah#panduan kesehatan#perlindungan anak#erupsi gunung berapi#masker pelindung#Semarang#kesehatan keluarga#kesehatan anak Jawa Tengah#Pantura#perlindungan diri#hujan abu#kesehatan masyarakat#tips kesehatan#gunung berapi

Tentang Penulis

Alfira Aufa

Penulis

Alfira adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

192 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori