LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Panduan Mengetahui Kebutuhan Sendawa pada Bayi Berdasarkan Penjelasan Dokter Spesialis Anak

Oleh Alfira Aufa
28 Juli 2026
2 menit baca

Menyendawakan bayi sebenarnya tidak mutlak dilakukan setiap saat. Menurut Dr Eva Jeumpa Soelaeman, Dokter Konsultan Gastroentero Hepatologi Anak, keputusan membantu bayi mengeluarkan udara tergantung pada kondisi fisik dan kenyamanan anak.

Panduan Mengetahui Kebutuhan Sendawa pada Bayi Berdasarkan Penjelasan Dokter Spesialis Anak

Semarang (PANTURATV.ID) - Memegang atau menggendong si kecil sambil menepuk-nepuk bagian punggungnya secara perlahan agar ia bersendawa seusai minum ASI maupun formula telah menjadi tradisi yang dilakukan oleh banyak keluarga. Banyak orang tua percaya bahwa kebiasaan ini wajib dikerjakan agar udara yang terjebak dalam saluran pencernaan bisa keluar sehingga si kecil terhindar dari rasa kembung atau muntah. Namun timbul pertanyaan apakah prosedur ini merupakan sebuah keharusan yang wajib diterapkan setiap kali proses menyusui selesai.

Menjawab keraguan tersebut, Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman yang merupakan seorang Dokter Konsultan Gastroentero Hepatologi Anak menegaskan bahwa menyendawakan si kecil sebenarnya tidak mutlak dilakukan setiap saat. Keputusan untuk membantu si kecil mengeluarkan udara dari perutnya sangat bergantung pada kondisi fisik dan kenyamanan yang ditunjukkan oleh anak itu sendiri.

Secara medis, mekanisme masuknya udara ke dalam perut terjadi sebelum dan saat si kecil mulai mengisap ASI atau susu. Udara yang awalnya berada di area lambung akan terdorong makin ke bawah seiring masuknya cairan susu. Ketika perut si kecil sudah terisi penuh dan merasa kenyang, gelembung udara tersebut secara alami akan bergerak kembali ke atas. Menggendong si kecil dalam posisi berdiri atau tegak lurus sembari memberikan tepukan lembut pada area punggung dapat mempercepat proses naiknya udara hingga akhirnya keluar sebagai sendawa.

Meski demikian, respons tubuh setiap anak terhadap udara di dalam lambung tidaklah sama. Terdapat kelompok bayi yang sangat memerlukan bantuan orang tua untuk bersendawa. Anak-anak yang kerap mengalami masalah muntah berulang, menunjukkan gejala kenaikan asam lambung, atau sering gumoh dalam jumlah banyak umumnya menyimpan volume udara yang cukup besar di lambungnya. Udara yang terperangkap ini menciptakan tekanan tinggi di dalam perut, sehingga tepukan perlahan pada punggung sangat diperlukan guna mempermudah pelepasan gas tersebut serta mencegah rasa tidak nyaman.

Screenshot_20260728_105150_Google.jpg

Di sisi lain, bagi anak yang tidak menunjukkan gejala gangguan pencernaan, tampak sangat tenang, serta tidak mudah muntah setelah minum susu, orang tua tidak perlu merasa cemas atau memaksakan tindakan menepuk punggung setiap kali sesi menyusui berakhir. Memaksa si kecil yang sedang rileks atau tertidur lelap hanya demi mengejar sendawa justru bisa mengganggu istirahatnya. Hal paling mendasar yang perlu diingat oleh setiap orang tua adalah bahwa saluran pencernaan tiap anak bersifat unik dan memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda.

Berikut adalah beberapa statement penting yang dapat ditarik sebagai simpulan utama dari penjelasan ahli medis tersebut.

Pertama, tindakan menyendawakan bayi setelah minum susu bukanlah sebuah kewajiban mutlak, melainkan tindakan kondisional yang disesuaikan dengan kebutuhan individu si kecil.

Kedua, orang tua sangat disarankan untuk lebih berfokus pada respons serta isyarat kenyamanan tubuh anak ketimbang terpaku secara kaku pada kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Ketiga, bantuan untuk menyendawakan menjadi sangat krusial dan patut diutamakan pada anak yang memiliki kecenderungan sering muntah, gumoh berlebih, atau mengalami gejala refluks asam lambung demi mengurangi penumpukan tekanan dalam perut.

Keempat, selama si kecil tumbuh dengan sehat, tampak nyaman, dan tidak menunjukkan keluhan seusai menyusu, orang tua tidak perlu khawatir ataupun panik apabila anak tidak mengeluarkan sendawa.

Tags

#sendawa bayi#kesehatan bayi Semarang#dokter spesialis anak#ASI dan formula#pencernaan bayi#gumoh bayi#tips parenting#Dr. Eva Jeumpa Soelaeman#gastroenterologi anak#Jawa Tengah#bayi bersendawa#kesehatan bayi#gangguan pencernaan bayi#Dr Eva Jeumpa Soelaeman#Semarang#tips perawatan bayi

Tentang Penulis

Alfira Aufa

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori