Semarang (PANTURATV.ID) - Banyak orang menganggap madu sebagai pemanis yang lebih sehat dibandingkan dengan gula pasir. Mereka sering memilih madu untuk campuran teh, kopi, maupun hidangan makanan sehari-hari. Selain itu, masyarakat meyakini madu lebih alami dan memiliki banyak kandungan nutrisi. Oleh karena itu, tingkat konsumsi madu terus meningkat di berbagai kalangan masyarakat. Namun, kita perlu memahami fakta nutrisi sebenarnya dari bahan pemanis alami tersebut. Apakah madu selalu memberikan manfaat kesehatan yang jauh lebih unggul daripada gula? Menurut ulasan EatingWell baru-baru ini, madu memang memiliki beberapa keunggulan gizi penting.
Selanjutnya, madu tidak hanya mengandung komponen sukrosa seperti halnya produk gula biasa. Bahkan, bahan manis ini menyimpan vitamin, mineral, asam amino, dan senyawa antioksidan. Meskipun demikian, nutrisi dan antioksidan tersebut hanya hadir dalam jumlah yang kecil. Akibatnya, kita tidak bisa mengandalkan madu sebagai satu-satunya sumber nutrisi utama harian. Sebaliknya, antioksidan dalam madu sekadar membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas. Lebih lanjut, madu terkenal memiliki sifat antibakteri dan antiradang yang cukup kuat. Oleh karena itu, banyak orang menggunakan madu untuk membantu meredakan batuk membandel.

Selain itu, madu efektif mengatasi iritasi tenggorokan pada orang dewasa maupun anak-anak. Namun, bayi di bawah usia dua belas bulan tidak boleh menerima asupan madu. Hal ini terjadi karena madu berisiko memicu penyakit botulisme pada pencernaan bayi. Dengan demikian, orang tua wajib berhati-hati saat memberikan asupan manis berkhasiat ini.
Walaupun menawarkan banyak manfaat, madu tetap menyumbang kalori dan gula alami tubuh. Satu sendok makan madu justru mengandung sekitar 64 kalori yang tergolong tinggi.
Sementara itu, satu sendok makan gula pasir hanya mengandung sekitar 49 kalori. Karena madu terasa sangat manis, kita bisa menggunakan jumlah yang jauh lebih sedikit. Oleh sebab itu, takaran penggunaan madu harian harus selalu kita perhatikan saksama. Aturan ini bertujuan agar kita tidak mengonsumsi total kalori berlebih setiap hari. Banyak orang masih mencari pemanis yang lebih sehat untuk menjaga kadar gula darah. Namun, madu tetap bisa meningkatkan kadar gula darah jika kita mengonsumsinya secara berlebihan. Oleh karena itu, para ahli gizi selalu menegaskan sebuah fakta penting mengenai madu.

"Madu bukanlah makanan bebas gula, melainkan tetap terhitung sebagai gula tambahan," ungkap ahli gizi.
American Heart Association menyarankan perempuan membatasi asupan gula tambahan maksimal 25 gram per hari. Sementara itu, kelompok laki-laki sebaiknya membatasi konsumsi gula maksimal 36 gram setiap harinya. Kesimpulannya, madu memang berkhasiat lebih unggul, tetapi kita harus tetap mengonsumsinya secara bijak.















