Semarang (PANTURATV.ID) - Rasa sakit yang sangat hebat disertai sensasi kaku pada area persendian merupakan penderitaan yang sangat umum dirasakan oleh para pengidap penyakit asam urat. Kondisi yang mengganggu ini biasanya terasa jauh lebih berat ketika penderita baru saja terbangun dari tidur di pagi hari atau setelah melewati masa istirahat yang cukup panjang tanpa banyak bergerak.
Kemunculan masalah kesehatan ini erat kaitannya dengan tingginya konsentrasi senyawa asam urat di dalam sirkulasi darah. Apabila penumpukan tersebut terjadi secara terus-menerus tanpa adanya tindakan penanganan yang tepat, cairan tubuh yang jenuh akan membentuk kristal tajam di celah sendi. Penumpukan kristal inilah yang pada akhirnya memicu reaksi peradangan hebat, pembengkakan jaringan, hingga rasa kaku yang membatasi gerak tubuh.
Pengaturan pola makan harian memegang peranan yang sangat vital dalam mengontrol kondisi ini. Banyak jenis makanan sehari-hari yang mengandung purin, yaitu sebuah zat alami yang akan diubah oleh sistem metabolisme tubuh menjadi asam urat. Oleh sebab itu, orang yang menderita penyakit ini dituntut untuk lebih cermat dalam memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi, tidak terkecuali kelompok sayur-sayuran.
Secara umum, konsumsi sayuran memang merupakan komponen utama dalam menerapkan gaya hidup yang sehat. Namun demikian, ada beberapa jenis sayur tertentu yang ternyata menyimpan kandungan purin dalam tingkatan sedang hingga tinggi. Mengonsumsinya secara berlebihan berisiko memicu kekambuhan, sehingga porsi pengolahannya perlu diperhatikan dengan cermat.
Berikut adalah enam jenis sayuran yang sangat dianjurkan untuk dibatasi jumlah konsumsinya bagi orang yang memiliki riwayat kadar asam urat tinggi:

- Asparagus Meskipun tanaman ini kaya akan nutrisi penting seperti kalium dan folat yang baik bagi tubuh, asparagus termasuk dalam daftar bahan makanan yang perlu dibatasi. Sayuran ini memiliki kadar purin yang lumayan tinggi, di mana dalam setiap seratus gram porsinya bisa mengandung sekitar dua puluh tiga gram zat purin.
- Bayam Bayam sangat populer karena mudah dimasak dan kaya akan kandungan gizi seperti zat besi, vitamin C, senyawa flavonoid, beta karoten, serta lutein. Namun di balik segudang keunggulannya, pengidap asam urat disarankan untuk membatasi porsi bayam karena kadar purin di dalamnya terbilang tinggi, yaitu mencapai sekitar lima puluh tujuh gram untuk setiap porsi seratus gram.
- Buncis Bahan makanan ini sering diolah menjadi berbagai masakan tumisan favorit masyarakat Indonesia. Sayangnya, buncis memiliki kandungan fruktosa yang tergolong tinggi. Tingginya kadar fruktosa di dalam tubuh dapat merangsang pembentukan asam urat sehingga berisiko memicu timbulnya rasa nyeri pada sendi.

- Jamur Jamur kerap dijadikan bahan campuran dalam berbagai jenis hidangan kuliner modern maupun tradisional. Kendati memiliki cita rasa yang gurih dan lezat, jamur mengandung kadar purin yang cukup tinggi dalam setiap takaran porsinya, sehingga konsumsinya perlu dikendalikan agar tidak memicu peradangan.
- Kembang Kol Sayuran yang sering kita temui dalam masakan sup atau sajian capcay ini juga masuk dalam kategori bahan yang perlu diwaspadai. Kembang kol mengandung setidaknya dua puluh tiga gram senyawa purin untuk setiap porsi seratus gram, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat memperberat kerja tubuh dalam membuang asam urat.
- Kacang Polong Jenis kacang-kacangan berwarna hijau ini memiliki kandungan purin kisaran lima puluh hingga seratus lima puluh miligram per seratus gramnya, yang memasukkannya ke dalam kategori sedang. Meskipun tergolong sedang, orang yang sudah memiliki riwayat penyakit asam urat sangat disarankan untuk mengurangi atau menghindari sayuran ini guna mencegah lonjakan kadar asam urat secara mendadak.















