Tirana (PANTURATV.ID) - Jika berkunjung ke kota Tirana, suasana pagi hari selalu diwarnai oleh aroma harum adonan pastri panggang yang baru keluar dari oven. Di setiap sudut ibu kota Albania ini, toko-toko kecil yang menjual byrek selalu dipadati warga lokal yang hendak sarapan atau sekadar mencari camilan cepat. Kudapan berlapis adonan tipis mirip filo ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat setempat sejak era Kekaisaran Utsmaniyah.
Byrek di Tirana memiliki ciri khas tekstur yang sangat renyah di luar namun tetap lembut di dalam. Isiannya sangat beragam, mulai dari campuran bayam dan keju gjizë yang gurih, daging cincang berbumbu, hingga potongan labu kuning manis. Proses pembuatannya masih memegang teguh teknik tradisional, di mana adonan ditarik tipis secara manual hingga berlapis-lapis sebelum dipanggang dalam loyang lingkaran besar.
Bagi warga Tirana, menikmati sepotong byrek hangat di pagi hari bukan sekadar urusan mengisi perut yang kosong. Kebiasaan ini telah menjadi ritual sosial, di mana orang-orang kerap menyantapnya sambil berdiri di depan kedai atau berbincang santai dengan tetangga. Makanan ini sangat merakyat karena harganya yang terjangkau dan mudah ditemukan di mana saja, dari kawasan pasar hingga sudut area perkantoran.
Uniknya lagi, orang Albania memiliki cara tersendiri dalam menikmati pastri gurih yang satu ini. Byrek hampir selalu disajikan bersama segelas dhallë, yaitu minuman yoghurt asin dingin yang menyegarkan. Kombinasi rasa gurih dari renyahnya adonan serta sensasi asam gurih dari dhallë menciptakan perpaduan rasa yang sangat seimbang di lidah.
Perkembangan zaman dan masuknya berbagai kuliner modern ke Tirana ternyata tidak melunturkan kepopuleran byrek. Kuliner sederhana ini tetap bertahan sebagai identitas budaya makan yang kuat dan terus diwariskan ke generasi muda. Menjajal byrek langsung di kota asalnya memberikan pengalaman rasa autentik yang memperlihatkan hangatnya kebudayaan masyarakat Albania.















