LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Breaking News

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam

Oleh Azizah Nafiu
30 Juli 2026
2 menit baca

Konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah Brent naik hampir 8 persen menjadi 90,74 dolar per barrel, sementara WTI mencapai 84,46 dolar.

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam

Semarang (PANTURATV.ID) - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran pasar global secara signifikan. Akibatnya, harga minyak dunia melonjak sekitar tujuh persen pada akhir perdagangan hari Rabu. Kenaikan drastis ini mencerminkan kepanikan para pelaku pasar terhadap ancaman gangguan pasokan energi. Oleh karena itu, para investor terus memantau perkembangan situasi keamanan di area tersebut. Serangan udara terbaru di wilayah kaya minyak itu memperburuk krisis pasokan secara langsung.

Selanjutnya, data pemerintah Amerika Serikat juga memberikan dorongan tambahan terhadap tren kenaikan ini. Laporan terbaru menunjukkan persediaan minyak mentah domestik turun ke level terendah sejak 2018. Sementara itu, harga minyak dunia melonjak secara konsisten menyusul eskalasi konflik yang memanas. Harga minyak mentah Brent naik hampir delapan persen menjadi 90,74 dollar per barrel. Di sisi lain, harga West Texas Intermediate menguat mencapai 84,46 dollar per barrel.

260214.jpg

Eskalasi bermula setelah militer Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan balasan strategis. Mereka menargetkan kelompok dukungan Iran yang beroperasi secara aktif di wilayah negara Irak. Sebagai balasan, militer Iran mengaku telah menembaki kapal komersial di perairan Selat Hormuz. Selain itu, situasi memanas di Mesir ketika ledakan mengguncang sebuah pelabuhan pemuatan gas. Perusahaan keamanan maritim Inggris melaporkan insiden serangan pesawat nirawak di fasilitas penting tersebut.

Para ahli pasar energi langsung memberikan analisis terkait dinamika harga komoditas strategis ini. "Pasar dengan cepat kembali memperhitungkan peningkatan risiko terhadap pasokan minyak di kawasan tersebut," ujar John Kilduff, Mitra Again Capital. Kepala Riset Energi DBS Bank Suvro Sarkar juga memproyeksikan fluktuasi harga akan berlanjut. Menurutnya, pasar masih rentan selama pihak terkait belum mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen. Oleh sebab itu, tren harga kemungkinan besar tetap tinggi dalam beberapa pekan mendatang.

260218.jpg

Lebih lanjut, lalu lintas pelayaran kapal pengangkut komoditas di Selat Hormuz sangat terbatas. Kelompok Houthi bahkan berencana menerapkan tarif bagi kapal komersial di perairan Laut Merah. Rute alternatif pengiriman energi menuju kawasan Asia mengalami hambatan yang sangat berarti sekarang. Pada saat yang sama, otoritas China menggelar pembicaraan langsung dengan kelompok pemberontak tersebut. Langkah diplomasi ini bertujuan melindungi kapal tanker mereka dari ancaman serangan militer dadakan.

Tags

#harga minyak dunia#konflik Timur Tengah#Selat Hormuz#minyak mentah Brent#krisis energi global#pasokan minyak#Geopolitik Timur Tengah#harga energi#kelompok Houthi#Semarang#berita ekonomi#pasar komoditas#geopolitik energi#pasar minyak global#krisis pasokan minyak#WTI#Arab Saudi Iran#Keamanan Maritim#geopolitik Timur Tengah#keamanan maritim

Tentang Penulis

Azizah Nafiu

Penulis

Azizah adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

80 artikel dipublikasikan

Berita Terkait

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori