LIVE TV PANTURA SEGERA MENGUDARA — Ikuti kanal YouTube PanturaTV supaya tidak ketinggalan siaran perdanaLIVE TV PANTURA SEGERA MENGUDARA — Ikuti kanal YouTube PanturaTV supaya tidak ketinggalan siaran perdanaLIVE TV PANTURA SEGERA MENGUDARA — Ikuti kanal YouTube PanturaTV supaya tidak ketinggalan siaran perdanaLIVE TV PANTURA SEGERA MENGUDARA — Ikuti kanal YouTube PanturaTV supaya tidak ketinggalan siaran perdana
Peristiwa

Imbas Karhutla, Kabut Asap Menguning Selimuti Palangkaraya hingga Ganggu Lalu Lintas

Oleh Citra Mellyana Putri
12 Oktober 2026
1 menit baca

Imbas Karhutla, Kabut Asap Menguning Selimuti Palangkaraya hingga Ganggu Lalu Lintas

Imbas Karhutla, Kabut Asap Menguning Selimuti Palangkaraya hingga Ganggu Lalu Lintas

Palangkaraya (PANTURATV.ID) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memicu munculnya kabut asap pekat di wilayah Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Senin, 12 Oktober 2026. Kepungan asap yang menyelimuti kawasan Jalan Trans Kalimantan Poros Selatan tersebut bahkan membuat suasana udara terlihat menguning. Imbasnya, jarak pandang pengemudi merosot tajam hingga di bawah 100 meter dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dilansir dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, visual pekat tersebut tampak jelas menyelimuti sepanjang Jalan Mahir Mahar. Akibat minimnya jarak pandang dari siang hingga sore hari, para pengendara roda empat terpaksa menyalakan lampu utama kendaraan mereka demi memperjelas pandangan sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan.

Dampak buruk kabut asap ini dirasakan langsung oleh para pengemudi yang melintas di jalur tersebut. Salah seorang sopir truk tangki, Muhammad Sema, menceritakan bahwa sebaran asap pekat membentang cukup luas mulai dari Desa Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau hingga Jalan Cilik Riwut Km 48, Palangkaraya. Selain mengancam kesehatan pernapasan, paparan asap tebal diakuinya sangat mengganggu konsentrasi saat mengemudikan armada.

Kondisi jalanan yang serbaterbatas tidak lantas menghentikan mobilitas warga dan angkutan logistik. Sema mengungkapkan bagaimana dirinya harus ekstra waspada saat menerobos kepungan asap tersebut.
"Kelihatan juga kalau jarak pandang. Besar ini, besar (kabut asapnya), tapi tetap jalan ya, pelan-pelan," ujarnya.

Meski dibayangi ancaman keselamatan dan jarak pandang yang makin terbatas, para pengguna jalan memilih tetap melanjutkan perjalanan dengan memacu kendaraan secara perlahan. Sikap kehati-hatian ini menjadi satu-satunya cara bagi para sopir untuk menembus pekatnya jalur Trans Kalimantan agar sampai di tujuan dengan selamat.

Tentang Penulis

Citra Mellyana Putri

Penulis

Citra adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

630 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori