Semarang (PANTURATV.ID) - Tim SAR gabungan mengerahkan seluruh tenaga pada hari terakhir operasi penyelamatan laut. Mereka fokus melakukan tugas pencarian rombongan jurnalis di Selat Sunda sejak pagi hari. Selanjutnya, sebanyak dua puluh empat armada kapal menyisir berbagai titik lokasi hilangnya korban. Oleh karena itu, tim penyelamat memperluas area pemantauan hingga radius puluhan mil laut. Selain itu, beberapa helikopter juga terbang rendah untuk membantu proses pantauan dari udara. Cuaca buruk sempat menghambat proses evakuasi tim gabungan pada beberapa hari sebelumnya. Namun, kondisi perairan pada hari ketujuh ini tampak jauh lebih bersahabat dan tenang. Akibatnya, kapal pencari bisa bermanuver lebih leluasa menyusuri area rawan ombak tinggi. Dengan demikian, keluarga korban sangat berharap tim penyelamat bisa menemukan titik terang hari ini.
Kemudian, Kepala Kantor SAR Banten memimpin langsung jalannya operasi gabungan berskala besar tersebut. Beliau menginstruksikan seluruh nakhoda kapal agar bergerak cepat menuju koordinat terakhir kapal korban. "Kami terus memaksimalkan seluruh armada pada hari terakhir pencarian rombongan jurnalis di Selat Sunda ini agar segera membuahkan hasil," tegas Budi selaku komandan operasi lapangan.

Selanjutnya, beliau menyatakan bahwa peralatan sonar canggih turut membantu melacak anomali dasar laut. Selain itu, ratusan personel dari berbagai instansi ikut bahu membahu menyisir kawasan pantai. Oleh karena itu, koordinasi antar lembaga menjadi kunci utama kelancaran operasi maritim ini. Bahkan, para nelayan lokal juga secara sukarela bergabung membantu tim SAR resmi. Mereka menggunakan perahu kayu untuk menyisir kawasan pulau kecil di sekitar pesisir. Sebagai hasilnya, jangkauan operasi kemanusiaan ini menjadi sangat luas, masif, dan lebih terukur.
Meskipun demikian, batas waktu operasi pencarian standar menurut undang-undang perkapalan hanyalah tujuh hari. Jika tim tidak menemukan korban, pemerintah berhak menghentikan operasi penyelamatan laut ini. Oleh karena itu, detik-detik menjelang senja ini sangat krusial bagi seluruh anggota tim. Selanjutnya, pihak berwenang akan segera mengevaluasi hasil penyisiran laut pada sore hari nanti.
Mereka harus memutuskan apakah operasi kemanusiaan ini berlanjut atau berhenti secara resmi. Selain itu, doa dari seluruh masyarakat Indonesia terus mengalir deras untuk para jurnalis. Banyak pihak mengapresiasi dedikasi luar biasa dari seluruh personel penyelamat di lapangan. Pada akhirnya, semua orang menanti kabar baik dari perairan yang ganas tersebut. Semoga misi kemanusiaan berskala besar ini segera memberikan jawaban pasti bagi keluarga korban.












