NTT (PANTURATV.ID) - Aktivitas vulkanik kembali bergejolak di wilayah Flores Timur pada Jumat pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat dua kali erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki secara berurutan. Letusan pertama melontarkan abu vulkanik pada pukul 06.39 Wita dengan sangat kuat. Tinggi kolom abu vulkanik tersebut mencapai 1.600 meter di atas puncak gunung. Selanjutnya, letusan kedua menyusul pada pukul 07.24 Wita dengan intensitas cukup tinggi. Kolom abu berwarna kelabu tebal ini mengarah kuat ke utara dan barat laut. Letusan ini terekam jelas di seismograf dengan durasi mencapai 150 detik lamanya.
Masyarakat sekitar tentu harus meningkatkan kewaspadaan setelah erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki hari ini. Oleh karena itu, petugas Pos Pantau langsung mengeluarkan peringatan tegas bagi warga setempat. Herman Yosef selaku petugas meminta warga menjauhi zona berbahaya demi keselamatan nyawa. Ia melarang keras semua aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat letusan.
"Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu," tegas Herman. Selain itu, ia juga mengingatkan bahaya lahar dingin pada aliran sungai terdekat. Kemudian, potensi banjir lahar hujan ini sangat mengancam daerah seperti Dulipali dan Klatanlo.
Meskipun demikian, warga tetap bisa mengurangi risiko bahaya abu vulkanik melalui langkah preventif. Herman menyarankan pemakaian penutup wajah bagi masyarakat yang terdampak paparan hujan abu. "Memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," ucapnya.

Hujan abu ini sangat berpotensi mengganggu kesehatan jika warga mengabaikan imbauan tersebut. Sepanjang tahun 2026, gunung berapi aktif ini sudah meletus sebanyak 597 kali. Hingga saat ini, status gunung tersebut masih bertahan kuat pada Level III. Oleh sebab itu, kewaspadaan tinggi mutlak warga butuhkan dalam menghadapi situasi kritis. Sementara itu, pemantauan aktivitas seismik terus berlangsung ketat sejak tengah malam tadi. PVMBG merekam tiga kali gempa letusan dengan amplitudo maksimum mencapai 44.4 milimeter.
Selain itu, alat pemantau juga mencatat enam kali gempa hembusan di lokasi. Lalu, lima kali gempa harmonik turut melengkapi rentetan aktivitas vulkanik pagi ini. Bahkan, petugas juga menemukan satu kali tremor non-harmonik yang berdurasi 91 detik. Selanjutnya, aktivitas kegempaan tektonik lokal juga muncul sebanyak tiga kali melalui seismograf. Kesimpulannya, rentetan data seismik ini menegaskan tingginya aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung. Warga harus terus memantau informasi resmi agar bisa mengambil langkah mitigasi.













