LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Fakta Ilmiah di Balik Penggunaan Suplemen Magnesium untuk Mengatasi Gangguan Tidur

Oleh Alfira Aufa
3 September 2026
1 menit baca

Penelitian klinis terbaru tahun 2025 mengungkapkan bahwa suplemen magnesium memberikan perbaikan insomnia hanya 1,6 poin lebih baik dari plasebo. Studi terhadap 155 responden menunjukkan efektivitas magnesium tidak sejauh anggapan masyarakat.

Fakta Ilmiah di Balik Penggunaan Suplemen Magnesium untuk Mengatasi Gangguan Tidur

Semarang (PANTURATV.ID) - Anggapan mengenai suplemen magnesium yang berkhasiat meningkatkan kualitas tidur telah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Banyak orang percaya bahwa konsumsi mineral ini dapat menjadi solusi praktis untuk mengatasi insomnia. Namun, efektivitas penggunaan suplemen ini perlu diuji secara ilmiah agar tidak sekadar menjadi tren kesehatan tanpa dasar yang kuat.

Seorang pakar sekaligus pelatih tidur dari Indonesia, Vishal Dasani, memberikan penjelasan mendalam terkait fenomena ini melalui media sosialnya. Ia merujuk pada sebuah penelitian klinis acak yang dipublikasikan pada tahun 2025. Riset medis tersebut melibatkan 155 responden dewasa yang memiliki masalah tidur berat untuk menguji apakah magnesium benar-benar memberikan dampak signifikan atau hanya sekadar efek psikologis semata.

Dalam penelitian yang berlangsung selama empat minggu tersebut, para peserta dibagi menjadi dua kelompok uji. Kelompok pertama mendapatkan asupan magnesium bisglycinate yang mengandung sekitar 250 mg elemental magnesium setiap harinya. Sementara itu, kelompok kedua hanya diberikan plasebo atau obat kosong tanpa kandungan zat aktif sebagai bahan pembanding.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua kelompok sama-sama mengalami peningkatan kualitas tidur. Berdasarkan parameter Insomnia Severity Index, kelompok yang mengonsumsi magnesium mencatatkan perbaikan skor sebesar 3,9 poin. Di sisi lain, kelompok yang hanya menerima plasebo juga menunjukkan kemajuan dengan penurunan tingkat keparahan insomnia sebesar 2,3 poin. Perbedaan tipis sebesar 1,6 poin di antara keduanya menandakan bahwa dampak suplementasi magnesium tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan efek plasebo.

Berdasarkan temuan ilmiah ini, penggunaan suplemen magnesium memang dapat memberikan sedikit dampak positif bagi penderita insomnia, namun perbedaannya dengan plasebo relatif kecil. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk tidak hanya mengandalkan suplemen tambahan, melainkan tetap memprioritaskan perbaikan pola hidup serta kebiasaan tidur yang sehat.

Suplementasi magnesium dapat memberikan sedikit dampak positif terhadap kualitas tidur, namun efektivitasnya tidak jauh berbeda dari efek plasebo sehingga tidak bisa dijadikan satu-satunya solusi utama untuk mengatasi masalah insomnia.

Tags

#suplemen magnesium#gangguan tidur#insomnia#kualitas tidur#kesehatan#Semarang#Jawa Tengah#efek plasebo#riset medis#tips tidur sehat#Vishal Dasani#suplemen kesehatan#kesehatan tidur#penelitian klinis#kesehatan masyarakat

Tentang Penulis

Alfira Aufa

Penulis

Alfira adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

170 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori