LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Akibat Tidur Saat Rambut Masih Basah

Oleh Azizah Nafiu
12 Juli 2026
2 menit baca

Dokter kesehatan mengingatkan kebiasaan tidur dengan rambut masih basah dapat memicu pertumbuhan jamur Malassezia dan bakteri Staphylococcus yang menyebabkan ketombe parah hingga radang folikulitis.

Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Akibat Tidur Saat Rambut Masih Basah

Semarang (PANTURATV.ID) - Banyak pekerja memilih mandi dan keramas pada malam hari setelah beraktivitas seharian. Orang-orang merasa rutinitas ini membuat tubuh terasa jauh lebih segar sebelum mereka tidur pulas. Namun, kebiasaan langsung rebahan saat rambut masih belum kering ternyata sangat tidak direkomendasikan dokter. Kondisi ini dapat memicu bahaya tidur dengan rambut basah yang mengancam kesehatan kulit kepala. Oleh karena itu, kita sebaiknya selalu mengeringkan rambut secara sempurna demi mencegah munculnya gangguan.

Selanjutnya, seorang dokter sekaligus influencer kesehatan bernama dr Cecep Hermawan memberikan penjelasan medis penting. Ia mengingatkan masyarakat bahwa rambut yang masih lembap menciptakan kondisi ideal bagi mikroorganisme jahat.

Akibatnya, jamur alami bernama Malassezia dan bakteri Staphylococcus bisa berkembang biak secara sangat cepat. Jika masyarakat membiarkan hal tersebut, mereka berpotensi mengalami masalah ketombe parah hingga radang folikulitis.

IMG-20260710-WA0003.jpg

"Kebiasaan langsung tidur pas rambut masih basah gini kelihatannya sepele, tapi ternyata bisa munculin masalah ini," tulis dr Cecep.

Selain masalah jamur kulit, bahaya tidur dengan rambut basah juga membuat batang rambut rapuh. Rambut basah memang cenderung lebih sensitif terhadap tekanan dan gesekan benda luar dibandingkan rambut kering. Kemudian, gesekan berulang dengan bantal selama waktu tidur akan membuat ujung rambut mudah patah. Dengan demikian, masyarakat harus memastikan kulit kepala dan akar rambut sudah benar-benar kering sepenuhnya.

"Kalo emang kecapean banget, minimal pastiin kulit kepala dan akar rambut kering," ujar dr Cecep.

Lebih lanjut, dr Cecep menyarankan orang-orang untuk rajin mengganti sarung bantal mereka secara rutin. Langkah preventif ini bertujuan memutus lingkungan lembap agar sisa kuman tidak menumpuk di kasur. Sebaliknya, bantal kotor justru menjadi tempat berkumpulnya mikroorganisme yang berpotensi kembali mengontaminasi kulit kepala. Oleh sebab itu, penggunaan sarung bantal berbahan sutra licin juga bisa menjadi alternatif pilihan.

"Pake sarung bantal yang licin buat ngurangin gesekan, jadi rambut gak gampang patah," ucapnya. Sebagai tambahan, para pemilik rambut panjang sebaiknya mengikat rambut secara longgar saat hendak tidur malam.

Tags

#tidur rambut basah#kesehatan kulit kepala#dr Cecep Hermawan#jamur Malassezia#folikulitis#kesehatan rambut#tips kesehatan Semarang#kebiasaan tidur sehat#perawatan rambut#bakteri Staphylococcus#kesehatan Semarang#tips kesehatan#kebiasaan buruk tidur

Tentang Penulis

Azizah Nafiu

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

15 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori