LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Breaking News

Desa Adat Wae Rebo Buka Kembali Usai Gempa Magnitudo 7,7

Oleh Lilis Anggraini
1 September 2026
2 menit baca

Kabar gembira bagi pecinta wisata alam dan budaya. Desa Adat Wae Rebo kembali dibuka untuk wisatawan mulai Selasa setelah ditutup selama dua pekan akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores.

Desa Adat Wae Rebo Buka Kembali Usai Gempa Magnitudo 7,7

NTT (PANTURATV.ID) - Kabar gembira kini hadir bagi para pencinta alam dan budaya Nusantara tercinta. Wisatawan kini bisa kembali mengunjungi Desa Adat Wae Rebo mulai Selasa hari ini. Sebelumnya, gempa bumi kuat bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada pertengahan Agustus lalu. Akibatnya, pengelola menutup sementara destinasi wisata indah ini selama kurang lebih dua pekan. Penutupan ini bertujuan untuk melindungi dan menjaga keselamatan seluruh calon pengunjung.

Ketua Lembaga Pelestari Budaya wilayah setempat, Mikael Tonso, mengonfirmasi kabar gembira ini. Mikael menjelaskan bahwa pengelola membuka rute wisata secara terbatas dan perlahan. Oleh karena itu, pengelola akan terus memantau kondisi jalur trekking menuju lokasi perkampungan. Petugas lapangan juga mengamati lingkungan dan situasi alam sekitar secara rutin. Langkah tegas ini sangat penting agar pengelola selalu bisa menjamin keselamatan para wisatawan. Sehingga, pengunjung tidak perlu merasa khawatir saat menyusuri jalur pendakian menuju puncak bukit.

desa-wisata-wae-rebo-12_169.jpeg

Meskipun demikian, setiap pelancong harus selalu mewaspadai potensi longsor sepanjang jalur pendakian. Pengelola memiliki kewenangan penuh untuk menghentikan kegiatan kunjungan wisata kapan saja. Petugas akan segera menutup kembali kawasan wisata ini jika situasi memburuk. Oleh sebab itu, Mikael meminta setiap pelancong untuk selalu mematuhi seluruh arahan petugas. Setiap pemandu wisata pasti mengutamakan keselamatan jiwa manusia selama perjalanan mendaki. Wisatawan sebaiknya benar-benar mempertimbangkan kondisi fisik mereka sebelum mendaki menuju Desa Adat Wae Rebo.

Banyak orang sering menyebut destinasi wisata unik ini sebagai surga di atas awan. Letaknya memang berada tepat pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Di samping itu, Desa Adat Wae Rebo memiliki ikon istimewa berupa tujuh rumah kerucut. Penduduk lokal selalu menyebut rumah tradisional berbentuk kerucut tersebut dengan nama Mbaru Niang. Wisatawan juga akan melihat bentang alam pegunungan yang memukau saat mendaki ke atas.

Kemudian, para tamu pasti akan langsung merasakan keramahtamahan warga lokal saat tiba nanti. Pembukaan kembali kawasan wisata eksotis ini tentu membawa angin segar bagi semuanya. Kewaspadaan tinggi tetap menjadi faktor paling krusial bagi setiap orang atau pelancong. Alhasil, pengelola sangat berharap wisatawan selalu menjaga kehati-hatian saat menikmati pesona alam pegunungan. Kerja sama semua pihak pasti membuat liburan menuju Desa Adat Wae Rebo tetap menyenangkan. Mari kita selalu menghargai alam sembari menikmati keindahan ragam budaya masyarakat Manggarai.

Tags

#Desa Wae Rebo#wisata NTT#gempa Flores#desa adat#Mbaru Niang#trekking Flores#wisata budaya#Mikael Tonso#destinasi alam Flores#pariwisata NTT#surga atas awan#wisata pegunungan#Desa Adat Wae Rebo#destinasi wisata alam#rumah tradisional Mbaru Niang#wisata budaya Indonesia#keselamatan wisatawan

Tentang Penulis

Lilis Anggraini

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

Berita Terkait

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori