Jawa Tengah (PANTURATV.ID) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memotong anggaran pengadaan buku secara sangat drastis tahun ini. Kepala Dinas Arpusda Rahmah Nur Hayati langsung mengonfirmasi penurunan dana operasional perpustakaan provinsi tersebut. Pemerintah daerah hanya mengalokasikan dana sekitar Rp385,6 juta untuk memenuhi kebutuhan literasi seluruh wilayah. Akibatnya, nominal tersebut jelas menunjukkan penurunan tajam sekitar dua puluh tiga persen dari tahun lalu. Pemangkasan anggaran tingkat nasional tentu sangat memengaruhi kondisi keuangan perpustakaan wilayah daerah Jawa Tengah. Oleh karena itu, pihak dinas memprediksi penambahan jumlah koleksi literasi pasti menyusut sangat signifikan.
Selanjutnya, Dinas Arpusda segera menyusun strategi khusus untuk menjaga tingkat literasi seluruh masyarakat lokal. Mereka mulai menerapkan skala prioritas sangat ketat saat membeli berbagai bahan bacaan paling baru. Petugas perpustakaan daerah terus mengikuti pedoman rekomendasi nasional saat menyeleksi koleksi bahan bacaan tersebut. Instansi perpustakaan ini juga aktif menjalin kerja sama erat dengan berbagai sekolah tingkat menengah.

Program kolaborasi hebat ini sukses menarik tiga ribu pengunjung perpustakaan setiap bulan berjalan rutin. Pengelola juga rutin memberdayakan fasilitas taman baca desa guna meningkatkan minat baca para warga. Para petugas selalu memastikan mobil perpustakaan keliling terus beroperasi menjangkau masyarakat pelosok pedesaan terpencil. Langkah cerdas ini sangat jitu menyiasati kendala anggaran pengadaan buku yang sungguh sangat terbatas.
Armada perpustakaan keliling selalu rutin mendistribusikan bahan bacaan baru menuju berbagai sekolah area pinggiran. Program edukasi unggulan ini sangat membantu para pendidik dan pelajar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain itu, Rahmah tetap menaruh harapan sangat besar terhadap kondisi keuangan perpustakaan tahun depan. Ia meminta pemerintah pusat segera mengembalikan besaran anggaran pengadaan buku daerah seperti sedia kala. Kebijakan positif pemerintah daerah tentu sangat menentukan kemajuan masa depan literasi generasi muda bangsa. Semua pihak elemen masyarakat wajib mendukung penuh program edukasi publik demi mencetak generasi unggul. Kesimpulannya, tingkat kreativitas instansi pemerintah sangat menentukan keberhasilan program mengatasi krisis dana perpustakaan daerah.













