Jakarta (PANTURATV.ID) - Badan Pengelola Dana Perkebunan terus mendorong para pelaku usaha mikro setiap harinya. Mereka mengajak pelaku UMKM sektor perkebunan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi modern secara maksimal. Langkah inovatif ini bertujuan untuk mengembangkan bisnis serta meningkatkan angka penjualan secara signifikan. Oleh karena itu, penerapan digitalisasi cerdas menjadi kunci utama keberhasilan usaha pada masa kini. Selanjutnya, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan BPDP juga memberikan penjelasan tambahan kepada publik. Helmi Muhansyah menyatakan bahwa kemajuan teknologi membuka peluang kolaborasi bisnis baru bagi masyarakat luas.
Dengan demikian, para pelaku usaha bisa memperluas jangkauan pasar mereka hingga ke luar daerah. Pemerintah memang menaruh harapan besar pada potensi unggulan UMKM sektor perkebunan di negara Indonesia. Selain itu, ajang InaRI Expo 2026 menjadi wadah penting untuk memperkenalkan berbagai inovasi digital mutakhir.
Helmi sangat menyoroti penggunaan teknologi kecerdasan buatan dan drone dalam operasional perkebunan sehari-hari. "Kami berharap UMKM bisa memanfaatkan teknologi yang ada di sini," tegas Helmi dalam pameran bergengsi tersebut.

Sektor pertanian unggulan ini memang memiliki potensi luar biasa untuk terus berkembang pesat setiap tahun. Sebagai hasilnya, pemanfaatan alat canggih ini dapat memotong biaya operasional usaha secara drastis dan cepat. Bahkan, perangkat teknologi modern mampu meningkatkan kualitas panen para petani kelapa dan juga petani kakao. Lebih lanjut, Helmi menjelaskan dampak positif kolaborasi teknologi bagi pertumbuhan ekonomi nasional kita. Pemanfaatan inovasi canggih tersebut sangat membantu pemerintah dalam upaya mencapai target presiden.
"Tujuan akhirnya adalah berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen," ujarnya dengan penuh optimisme. Selain itu, BPDP turut menampilkan berbagai produk unggulan hasil karya inovatif masyarakat lokal.
Mereka secara aktif memamerkan komoditas dari sektor pangan, kesehatan, dan juga produk kriya. Selanjutnya, partisipasi BPDP menargetkan penyebaran informasi kepada ribuan pengunjung secara langsung. Dengan begitu, target jangkauan pameran megah ini bisa dengan mudah menyentuh angka enam ribu orang. Oleh sebab itu, pameran ini tidak hanya sekadar ajang memperkenalkan program pengembangan pertanian saja.

Namun, kegiatan inspiratif ini juga berfungsi nyata untuk memperkuat jejaring kemitraan strategis antarpelaku bisnis. Selain itu, para pelaku usaha juga mendapatkan kesempatan berharga untuk berkolaborasi dengan komunitas ahli teknologi. Langkah kolaboratif yang terarah ini memastikan produsen lokal mampu bersaing di kancah pasar global. Pada akhirnya, pemanfaatan inovasi tiada henti akan membawa industri perkebunan Indonesia menuju puncak kejayaan ekonomi.











