Semarang (PANTURATV.ID) - Adriano Jeconia Padama masih sulit mempercayai peristiwa luar biasa yang ia alami belakangan ini. Pemuda cerdas asal Kabupaten Alor tersebut mengambil sebuah langkah berani saat mengikuti kegiatan kuliah umum kampus. Momen langka mahasiswa baru Undip sampaikan aspirasi tersebut terjadi secara spontan pada hari Kamis pekan lalu. Ia memutuskan langsung berteriak memanggil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, sebelum acara berakhir. Selanjutnya, ia menceritakan masalah krisis harga beras yang sangat mahal di wilayah kampung halamannya. Oleh karena itu, sang menteri menanggapi keberanian pemuda tersebut dengan sikap yang sangat positif. Akibatnya, peristiwa berani pemuda yang akrab disapa Dede ini langsung menjadi perbincangan hangat publik.
Lebih lanjut, aksi berani mahasiswa baru Undip sampaikan aspirasi ini langsung membuahkan hasil nyata seketika. Menteri Pertanian secara mengejutkan mengajak Adriano terbang menuju Kabupaten Alor pada keesokan harinya. Di sisi lain, pemerintah pusat segera menyalurkan Bantuan Pangan untuk alokasi tiga bulan penuh secara serentak. Selain itu, pemerintah juga menggelar Gerakan Pangan Murah demi menstabilkan harga beras bagi warga lokal. "Setelah saya ke Alor bersama Bapak Menteri, pemerintah langsung memberikan penyaluran Bantuan Pangan," kata Adriano bangga. Dengan demikian, dua fasilitas gudang utama Bulog kini telah terisi penuh oleh tumpukan pasokan beras segar. Sebagai tambahan, kementerian juga menyiapkan berbagai program bantuan sarana pertanian untuk wilayah pedesaan yang terpencil.

Sebenarnya, mahasiswa jurusan program studi Hubungan Internasional ini hanya memiliki motivasi yang sangat murni. Ia sangat berharap masyarakat Nusa Tenggara Timur mendapatkan perhatian ekstra serius dari para pejabat negara. Bahkan, ia sempat meneteskan air mata bahagia setelah selesai berbicara empat mata dengan Bapak Amran Sulaiman. "Aku nangis karena aku merasa akhirnya aku melakukan sesuatu hal yang berguna," tuturnya dengan perasaan terharu. Walaupun demikian, ia tegas menolak anggapan orang bahwa aksinya tersebut merupakan sebuah bentuk unjuk rasa tunggal.
Sebaliknya, pemuda ini menganggap langkah spontan tersebut sebagai kampanye damai untuk menyuarakan jeritan hati masyarakat kecil. Oleh sebab itu, orang tua beserta warga masyarakat kampung halamannya merasa sangat bangga dan sangat bersyukur. Sebagai bentuk apresiasi nyata, pihak Universitas Diponegoro memberikan sebuah hadiah penghargaan yang sangat fantastis kepadanya. Rektor Universitas Diponegoro, Profesor Suharmono, menilai keberanian mahasiswanya sangat mencerminkan kepedulian tinggi terhadap masalah sosial. Oleh karena itu, pihak kampus langsung menyiapkan beasiswa penuh untuk jenjang studi pascasarjana bergengsi.
Pemuda berprestasi ini akan menjalani program kuliah ganda magister di institusi ternama Sheffield University Inggris. "Jujur itu impian saya keluar negeri, tapi untuk terpikir dalam hal pasti akan terjadi gak pernah," ujarnya gembira. Pada akhirnya, kisah sangat inspiratif ini membuktikan dengan jelas bahwa suara pemuda mampu membawa dampak perubahan besar. Saat ini, Adriano kembali fokus menjalani aktivitas perkuliahan rutin di kota Semarang yang sangat nyaman baginya.











