LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Regional

Ancaman Karhutla Mengintai Kalimantan Barat, Belasan Orangutan Diselamatkan Tim Gabungan

Oleh Citra Mellyana Putri
10 September 2026
2 menit baca

Ancaman Karhutla Mengintai Kalimantan Barat, Belasan Orangutan Diselamatkan Tim Gabungan

Ancaman Karhutla Mengintai Kalimantan Barat, Belasan Orangutan Diselamatkan Tim Gabungan

Kalimantan (PANTURATV.ID) - Sebanyak 15 ekor orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat berhasil dievakuasi hingga Rabu, 9 September 2026. BKSDA Kementerian Kehutanan bersama Yayasan Inisiasi Alam dan Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bergerak cepat memindahkan satwa langka tersebut ke pusat rehabilitasi di Kabupaten Ketapang. Langkah penyelamatan ini diambil guna mencegah dampak negatif yang lebih parah akibat paparan asap dan kobaran api yang terus meluas.

Dilansir dari Metro TV, salah satu aksi penyelamatan melibatkan induk dan anak orangutan bernama Mama Man dan Man di Desa Sungai Awan Kiri, Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Sebelum ruang geraknya terbatas akibat terkepung api, pasangan induk dan anak ini sebenarnya masih beraktivitas normal di dalam hutan. Namun, tim gabungan memutuskan untuk segera mengevakuasi mereka demi mengantisipasi gangguan kesehatan yang dipicu oleh pekatnya asap karhutla.

Dari total 15 orangutan yang berhasil diamankan di lokasi rehabilitasi milik YIARI, tujuh di antaranya dilaporkan sudah kembali dilepasliarkan ke habitat yang lebih aman. Selama menjalani perawatan, para petugas medis secara rutin memeriksa kondisi fisik satwa tersebut untuk memastikan mereka bebas dari penyakit. Langkah ini penting dilakukan guna memantau tingkat stres serta dampak paparan asap terhadap organ pernapasan orangutan.

Chief Executive Officer YIARI, Karmele Llano Sanchez, membeberkan bahwa pemeriksaan kesehatan difokuskan pada potensi infeksi saluran pernapasan dan tingkat parasit.
"Biasanya akan dicek apakah ada parasit atau tidak, apakah juga ada gejala apapun, pernapasan juga. Karena biasanya kalau dia stres itu jumlah parasitnya bisa meningkat, dari asap juga mereka bisa terpengaruhi ke paru-paru. Jadi nanti itu dan akan juga kita benar-benar mengobservasi dan memeriksa dan memastikan tidak ada juga gejala infeksi ya, infeksi juga mungkin akibat ISPA ya," jelas Karmele.

Di sisi lain, patroli pencegahan dan pemantauan di titik-titik rawan api terus ditingkatkan oleh tim BKSDA dan YIARI sejak awal September. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turut mengimbau masyarakat agar segera memberikan informasi jika menemukan orangutan dalam kondisi terancam. Raja Juli menegaskan, "Kecepatan melaporkan dan kecepatan untuk rescue ini sangat penting, karena semakin lama orangutannya mengalami, misalkan, penyakit pernapasan akibat karhutla dan terlambat untuk ditangani secara baik, maka itu akan mengakibatkan fatal. Jadi apinya kita usahakan padamkan, tapi saat bersamaan langkah emergency untuk rescue ini menjadi sangat penting sekali. Saat bersamaan kami juga memberikan dukungan penuh terhadap semua mitra, misalkan untuk mencegah tempat ini tidak terbakar."

Tentang Penulis

Citra Mellyana Putri

Penulis

Citra adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

307 artikel dipublikasikan

Berita Terkait

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori