Inggris (PANTURATV.ID) - Paris Saint-Germain membuka langkah mereka pada matchday pertama fase liga Liga Champions musim 2026-27 dengan penampilan luar biasa saat meladeni wakil Slovakia, Slovan Bratislava. Bertanding di markas sendiri, Stadion Parc des Princes, klub berjuluk Les Parisiens tersebut sukses mengamankan kemenangan telak dengan skor 6-1. Bintang lapangan dalam laga ini tidak lain adalah penyerang anyar asal Spanyol, Ferran Torres, yang tampil sangat tajam hingga dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan atau Man of the Match.
Sejak peluit pertama dibunyikan, tuan rumah langsung mengendalikan permainan dan menggempur lini pertahanan tim tamu. Ousmane Dembele menjadi pemecah kebuntuan PSG setelah berhasil menyumbangkan dua gol beruntun pada kurun waktu awal babak pertama. Setelah keunggulan dua gol tersebut, giliran Ferran Torres yang mencuri perhatian penonton melalui penyelesaian akhirnya. Penyerang tim nasional Spanyol itu mencatatkan nama di papan skor untuk pertama kalinya pada pertengahan babak pertama setelah sukses mengonversi umpan silang akurat dari Dembele dengan sentuhan terarah.

Keunggulan tiga gol di babak pertama tidak membuat intensitas serangan anak asuh PSG menurun. Saat babak kedua baru berjalan beberapa saat, Ferran Torres kembali mengejutkan tim lawan melalui tembakan melengkung indah dari luar kotak penalti yang gagal dihalau kiper Dominik Takac. Tidak berhenti di situ, penyerang berusia 26 tahun tersebut melengkapi penampilan fantastisnya dengan mencetak gol ketiga alias hat-trick memanfaatkan situasi sepak pojok. Tiga gol ini terasa sangat istimewa mengingat ini merupakan penampilan perdana Torres bersama PSG di panggung Liga Champions.

Slovan Bratislava sempat mendapatkan gol hiburan untuk memperkecil kedudukan melalui aksi Suleiman Camara. Akan tetapi, gol tersebut sama sekali tidak merusak dominasi total PSG. Menjelang pertandingan berakhir, Fabian Ruiz menyempurnakan pesta kemenangan tim tuan rumah lewat gol penutup yang memastikan skor akhir menjadi 6-1.
Penampilan mengesankan Torres mendapatkan pujian tinggi dari UEFA Technical Observer Group. Tim pengamat menilai keberhasilan Torres bukan hanya dari jumlah gol yang ia sarangkan, melainkan juga dari kecerdasan pergerakan tanpa bolanya yang senantiasa membuka ruang serangan serta menciptakan ancaman konstan di dalam kotak penalti musuh. Kemenangan besar ini menjadi modal berharga bagi sang juara bertahan untuk mengarungi persaingan ketat di kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut.












