LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Olahraga

Akhir Perjalanan Sang Legenda di Piala Dunia, Lionel Messi Lapang Dada Akui Keunggulan Spanyol pada Laga Final

Oleh Cinta Isabell
20 Juli 2026
4 menit baca

Lionel Messi dengan tulus mengakui kehebatan tim nasional Spanyol yang berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey.

Akhir Perjalanan Sang Legenda di Piala Dunia, Lionel Messi Lapang Dada Akui Keunggulan Spanyol pada Laga Final

Amerika Serikat (PANTURTV.ID) - Pertandingan pamungkas ajang sepak bola terbesar di dunia telah usai dan menorehkan sejarah baru. Megabintang sekaligus kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, dengan lapang dada mengakui kehebatan tim nasional Spanyol yang berhasil menaklukkan skuadnya dengan skor tipis satu kosong. Laga final Piala Dunia edisi dua ribu dua puluh enam ini berlangsung dengan penuh ketegangan di Stadion MetLife yang berlokasi di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin dini hari Waktu Indonesia Barat tanggal dua puluh Juli dua ribu dua puluh enam.

Hasil pahit ini memupus harapan besar skuad berjuluk Albiceleste tersebut untuk mencetak rekor bergengsi. Padahal, jika berhasil memenangkan pertandingan tersebut, Argentina akan mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai negara pertama yang mampu mempertahankan gelar juara dunia atau meraihnya dua kali berturut-turut setelah tim nasional Brasil menorehkan prestasi serupa pada tahun seribu sembilan ratus lima puluh delapan dan seribu sembilan ratus enam puluh dua.

images (1) (26).jpeg

Setelah peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, suasana haru langsung menyelimuti kubu Argentina. Lionel Messi, sang legenda hidup lapangan hijau, tampak tidak mampu menutupi rasa duka yang mendalam atas kegagalan timnya. Pemain panutan tersebut terlihat sekuat tenaga menahan jatuhnya air mata saat berjalan ke pinggir lapangan untuk memberikan apresiasi kepada para suporter setia Argentina yang tiada henti memberikan dukungan.
Di sisi lain lapangan, para pemain Spanyol tampak bersorak sorai merayakan keberhasilan mereka mengangkat trofi juara.

Walaupun diselimuti kekecewaan yang teramat sangat, Messi tetap menunjukkan sikap kebesaran hati. Ia menerima hasil pahit tersebut dan secara terbuka memuji kualitas permainan lawannya. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari saluran olahraga ESPN, peraih delapan penghargaan pemain terbaik dunia tersebut mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat sedih namun memiliki kesadaran penuh bahwa seluruh anggota tim telah mengerahkan segenap tenaga di lapangan. Ia menyatakan dengan jujur bahwa skuad Spanyol memang tampil lebih superior.

Messi menegaskan bahwa timnya kalah dan menerima kenyataan itu, namun hal tersebut sama sekali tidak menghapus segala usaha keras dan pencapaian luar biasa yang telah diraih oleh timnas Argentina sejauh ini. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Argentina, rekan-rekan setim, serta negaranya.

images (1) (18).jpeg

Jalannya pertandingan final tersebut memang sangat didominasi oleh kubu Spanyol sejak menit-menit awal. Skuad asuhan pelatih Luis de la Fuente tersebut menunjukkan kelasnya dengan mengendalikan penuh tempo permainan. Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa Spanyol tampil sangat agresif dengan melepaskan hingga dua puluh kali percobaan tembakan. Sebaliknya, barisan pertahanan lawan membuat Argentina seolah tak berkutik sehingga mereka hanya sanggup membalas dengan satu kali percobaan saja, yang ironisnya baru bisa tercipta pada saat pertandingan sudah memasuki menit keseratus tujuh belas.

images (1) (21).jpeg

Dalam urusan penguasaan bola dan sirkulasi umpan, dominasi Spanyol semakin terlihat nyata. Mereka sukses membukukan delapan ratus empat puluh lima operan, angka yang sangat jauh meninggalkan catatan empat ratus tiga puluh tiga operan milik Argentina. Ketatnya penjagaan yang diterapkan sukses membuat pergerakan Lionel Messi menjadi sangat terisolasi. Sepanjang paruh pertama pertandingan, ruang geraknya amat dibatasi sehingga ia hanya mampu menyentuh bola sebanyak lima belas kali. Hingga laga usai, ia hanya mencatatkan total lima puluh empat sentuhan.

Keberhasilan Spanyol mematikan pergerakan sang megabintang ini menjadi kunci penting, mengingat pada seluruh pertandingan fase gugur sebelumnya, Messi selalu menjadi sosok sentral yang rajin menyumbangkan gol maupun umpan matang.

images (1) (17).jpeg

Partai puncak ini diyakini oleh banyak pengamat sebagai panggung terakhir bagi Lionel Messi di ajang Piala Dunia. Pada usianya yang telah menyentuh angka tiga puluh sembilan tahun, ia tetap berhasil mengukir sejarah baru sebagai satu-satunya pemain yang pernah tampil sejak menit pertama dalam tiga laga final Piala Dunia yang berbeda. Meskipun pada akhirnya ia gagal menambah koleksi trofi dunia untuk yang kedua kalinya setelah kesuksesan di edisi dua ribu dua puluh dua, kontribusinya sepanjang turnamen ini tetap luar biasa dengan torehan delapan gol dan empat umpan berbuah gol.

Momen penuh sportivitas terlihat sesaat setelah laga berakhir, di mana beberapa pemain Spanyol menunjukkan rasa hormat mereka dengan mendatangi Messi untuk memeluk dan memberikan ucapan penghiburan. Setelahnya, Messi hanya bisa duduk di atas rumput lapangan hijau sambil menatap kosong ke arah perayaan para punggawa Spanyol. Ketika para pemain Spanyol berbaris membuat pagar penghormatan untuk menyambut para pemain Argentina sebagai juara kedua, Messi berjalan melintasi barisan tersebut menuju podium medali dengan ekspresi wajah yang sangat datar.

Usai rangkaian prosesi pengalungan medali tersebut selesai, ia berjalan meninggalkan lapangan dengan kepala yang tertunduk lesu dan bahu yang merosot, membawa pulang kesedihan di tengah rekor individu luar biasa yang telah berhasil ia torehkan sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia.

Tags

#Lionel Messi#Piala Dunia 2026#Final Argentina Spanyol#sepak bola internasional#Stadion MetLife#Tim Nasional Argentina#berita olahraga dunia#Messi pensiun#trofi juara dunia#New Jersey Amerika Serikat#legenda sepak bola#Hasil pertandingan final#sepak bola dunia#Spanyol juara#Messi lapang dada#berita olahraga internasional#Sepak bola internasional#Tim nasional Argentina#Berita olahraga dunia#Trofi juara dunia#Legenda sepak bola#Sepak bola dunia#Berita olahraga internasional

Tentang Penulis

Cinta Isabell

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

45 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori