LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Waspada Hiperglikemia, Mengenali Sinyal Lonjakan Gula Darah dan Risikonya

Oleh Cinta Isabell
20 Juli 2026
2 menit baca

Hiperglikemia atau kadar glukosa darah yang tinggi sering berkembang tanpa disadari dan dapat menyebabkan komplikasi fatal.

Waspada Hiperglikemia, Mengenali Sinyal Lonjakan Gula Darah dan Risikonya

Semarang (PANTURATV.ID) - Kadar glukosa darah yang melebihi batas normal, atau hiperglikemia, sering kali berkembang perlahan tanpa disadari. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh masalah pada produksi atau penggunaan hormon insulin dalam tubuh. Jika diabaikan secara terus-menerus, penumpukan glukosa ini dapat menyebabkan komplikasi yang fatal.

Berikut adalah sebelas tanda dari tubuh saat kadar gula darah melonjak yang perlu Anda waspadai:

  1. Sering buang air kecil. Ginjal bekerja ekstra keras untuk membuang kelebihan gula melalui urine, yang prosesnya menarik banyak air dari dalam tubuh.
images (2) (9).jpeg
  1. Rasa haus berlebihan. Sebagai respons terhadap cairan tubuh yang terus terbuang, otak akan mengirimkan sinyal haus yang intens agar tubuh terhindar dari dehidrasi parah.
  1. Kelelahan ekstrem. Tubuh terasa sangat lesu dan lamban karena sel-sel tidak bisa menyerap glukosa untuk diubah menjadi energi yang dibutuhkan.
images (2) (10).jpeg
  1. Rasa lapar yang terus-menerus. Sel-sel tubuh yang kekurangan energi akan memicu mode kelaparan, membuat Anda terus merasa lapar meskipun baru saja makan besar.
  1. Penurunan berat badan tak wajar. Karena glukosa tidak bisa digunakan, tubuh mulai memecah cadangan lemak dan otot sebagai bahan bakar pengganti, memicu penurunan berat badan yang tidak sehat.
images (2) (11).jpeg
  1. Penglihatan kabur. Gula darah yang tinggi dapat memicu kebocoran pembuluh darah di mata dan dehidrasi, sehingga lensa mata kesulitan untuk fokus.
  1. Rentan terkena infeksi. Sistem kekebalan tubuh menjadi lemah dan lambat bekerja di lingkungan darah yang tinggi gula, membuat penderita lebih mudah jatuh sakit.
  2. Luka sulit sembuh. Sirkulasi darah yang memburuk serta adanya kerusakan saraf membuat proses perbaikan jaringan kulit yang terluka menjadi sangat lambat.
  3. Napas berbau buah. Ini adalah tanda bahaya dari penumpukan senyawa keton (aseton) yang terlepas melalui napas akibat tubuh membakar lemak secara darurat.
  1. Linglung atau kebingungan parah. Kondisi dehidrasi dan tingginya glukosa dapat sangat mengganggu fungsi otak, memicu disorientasi hingga penurunan kesadaran.
  1. Nyeri perut dan mual. Penumpukan zat asam keton di dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan kram perut, rasa mual yang hebat, hingga muntah.

Jika tidak segera ditangani, hiperglikemia kronis dapat secara perlahan merusak pembuluh darah, jaringan saraf, dan organ vital. Selain itu, lonjakan gula darah yang dibiarkan bisa memicu dua kondisi darurat medis yang mengancam nyawa, yaitu:

Ketoasidosis Diabetik (DKA). Komplikasi ini lebih sering dialami penderita diabetes tipe 1. Tubuh terpaksa memecah lemak secara masif, menghasilkan senyawa asam beracun bernama keton yang meracuni darah. Gejala khasnya meliputi napas pendek, detak jantung berpacu cepat, hingga risiko koma.

Kondisi Hiperglikemik Hiperosmolar (HHS). Komplikasi ini lebih lazim terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Kadar gula darah yang terlampau tinggi memicu dehidrasi tingkat seluler yang sangat ekstrem tanpa adanya penumpukan keton. HHS dapat memicu kelemahan tubuh yang parah, disorientasi, hingga hilangnya kesadaran total.

Tags

#hiperglikemia#gula darah tinggi#diabetes#kesehatan Jawa Tengah#tanda lonjakan gula darah#komplikasi diabetes#kesehatan Semarang#pencegahan hiperglikemia#sistem kekebalan tubuh#sirkulasi darah#infeksi dan luka#kesadaran kesehatan#tanda-tanda lonjakan gula darah#gejala diabetes#insulin#perawatan kesehatan#edukasi kesehatan

Tentang Penulis

Cinta Isabell

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

45 artikel dipublikasikan

Berita Terkait

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori