Selat Sunda (PANTURATV.ID) - Tim SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Selat Sunda. Kapal RIB 02 milik Basarnas menyisir tiga pulau dekat kawasan Gunung Anak Krakatau. Namun, mereka belum berhasil menemukan rombongan wartawan beserta tiga kru kapal tersebut. Oleh karena itu, petugas segera memperluas area operasi menuju wilayah barat daya. Rizky Dwianto dari Basarnas Banten membenarkan adanya perluasan area operasi SAR ini. Bahkan, total wilayah laut sasaran regu penyelamat mencapai jarak sekitar 502 kilometer.
Tim penyelamat menelusuri wilayah Pulau Rakata, Krakatoa, dan Panjang pada hari Rabu. Ketiga pulau ini masuk ke dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah. Selanjutnya, Ahmad Taufiq sebagai anggota Basarnas memberikan laporan langsung dari Posko Carita. Dia menyatakan bahwa abu vulkanik masih menyelimuti jalur perairan sekitar Selat Sunda. Akibatnya, awak kapal harus mengatur rute pelayaran dengan mengikuti pergerakan arah angin. Langkah strategis ini membantu kapal menghindari paparan langsung dari tebalnya abu vulkanik. Dengan demikian, regu penyelamat tetap berlayar aman selama mereka bertugas di lapangan.
Sementara itu, cuaca buruk turut menjadi rintangan utama dalam pelaksanaan operasi gabungan. Kapolda Banten Irjen Hengki memantau langsung proses pencarian 5 jurnalis hilang ini. Dia menyebutkan bahwa angin bertiup sangat kencang di sekitar lokasi hilangnya korban. Bahkan, tinggi gelombang air laut mencapai ukuran satu hingga dua meter sekarang. Oleh karena itu, Hengki meminta masyarakat pesisir ikut membantu upaya pemantauan laut. Nelayan harus segera melapor jika mereka melihat benda mencurigakan mengapung di sana. Informasi sekecil apapun akan sangat berguna bagi pergerakan regu penyelamat di lapangan.

Kemudian, petugas bisa langsung melakukan pengecekan menuju lokasi penemuan benda mencurigakan tersebut. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital ikut mendukung jalannya operasi SAR. Menteri Meutya Hafid menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat kualitas jaringan telekomunikasi daerah setempat. Tindakan strategis ini mendukung kelancaran komunikasi selama proses pencarian 5 jurnalis hilang. Selanjutnya, Komdigi terus mengevaluasi kebutuhan sinyal sesuai dengan kondisi lapangan paling baru.
Mereka juga menjalin koordinasi secara intensif bersama pihak Basarnas, TNI, dan Polri. Sebagai informasi tambahan, kelima wartawan tersebut berasal dari berbagai perusahaan media nasional. Mereka berangkat pada Senin siang untuk meliput aktivitas terkini Gunung Anak Krakatau. Namun, rombongan kehilangan kontak tidak lama setelah speedboat meninggalkan area pelabuhan awal.
Hingga saat ini, regu penyelamat belum menemukan tanda keberadaan para penumpang kapal.
Oleh karena itu, operasi SAR gabungan terus berlanjut untuk mencari seluruh rombongan. Pemerintah mengerahkan segala sumber daya penting agar pencarian 5 jurnalis hilang berhasil. Kita semua berharap regu penyelamat segera menemukan semua penumpang dalam keadaan selamat. Akhirnya, publik hanya bisa menanti kabar baik dari posko utama di Carita.













