Spanyol ( PANTURATV.ID ) -Pada awal bergulirnya kompetisi La Liga Spanyol musim 2026-2027, terdapat sebuah pemandangan taktis yang sangat menyita perhatian dari kubu Real Madrid. Pemain muda berbakat asal Tim Nasional Turki, Arda Guler, kini mendapatkan sebuah peran baru yang sangat memikat di bawah arahan pelatih Jose Mourinho. Alih-alih dipasang sebagai seorang gelandang serang murni yang berada tepat di tengah lapangan, Guler justru ditempatkan untuk beroperasi dari sektor sayap kanan. Skema permainan racikan pelatih ini ternyata terbukti jitu karena mampu memberikan keleluasaan luar biasa bagi sang pemain untuk mengekspresikan kreativitasnya.
Kepercayaan penuh dari sang pelatih terlihat jelas ketika Guler diturunkan sebagai pemain utama dalam dua pertandingan pembuka. Pada laga pertama, ia berkontribusi besar saat Los Blancos memetik kemenangan tipis dua gol berbalas satu atas Espanyol. Performa impresif tersebut membuatnya kembali dipercaya untuk mengisi susunan sebelas pemain pertama saat Real Madrid berpesta gol mengandaskan perlawanan Real Sociedad dengan skor telak empat gol berbalas satu. Selama tampil di dua pertandingan krusial tersebut, pemuda asal Turki ini sukses membukukan total dua belas umpan kunci. Angka statistik yang sangat mencolok ini mengukuhkan statusnya sebagai salah satu motor penggerak utama sekaligus sumber inspirasi serangan tim. Rinciannya, ia mencetak tujuh umpan kunci ketika meladeni permainan Espanyol, lalu menyumbangkan lima umpan kunci tambahan pada laga kontra Real Sociedad.
Langkah taktis yang diambil oleh Jose Mourinho ini seolah menjadi jalan keluar paling brilian untuk mengeksploitasi potensi maksimal yang dimiliki oleh Guler. Hebatnya lagi, penyesuaian taktik ini bisa dilakukan tanpa harus menggeser Jude Bellingham dari posisi idealnya sebagai penyerang lubang atau pemain nomor sepuluh. Melalui peran yang sering disebut sebagai sayap palsu ini, Guler diinstruksikan untuk lebih sering memotong masuk ke area sentral. Dari sanalah ia bisa dengan leluasa menggunakan kaki kiri andalannya untuk melepaskan umpan-umpan matang kepada Kylian Mbappe yang bertindak sebagai penyelesai peluang, maupun kepada Bellingham yang kerap merangsek masuk ke dalam kotak penalti lawan dengan agresif.
Secara historis, bermain di sektor kanan penyerangan sebenarnya bukanlah hal yang sepenuhnya baru bagi seorang Arda Guler karena ia pernah mengemban tugas tersebut. Akan tetapi, instruksi yang diberikan pada musim ini terasa sangat berbeda karena Mourinho memintanya bertransformasi menjadi seorang pengatur serangan sayap yang bergerak ke dalam layaknya pemain sayap palsu. Jika dianalisis lebih jauh, Guler memang kurang cocok jika dipaksa bermain layaknya pemain sayap konvensional murni. Ia tidak dibekali dengan kecepatan lari yang luar biasa, daya ledak akselerasi, maupun ketahanan fisik layaknya pelari cepat yang biasanya dibutuhkan untuk menyisir sisi pinggir lapangan dalam sistem permainan Real Madrid. Menyadari hal tersebut, pergerakannya kini lebih difokuskan untuk mencari celah kosong di area tengah dan barisan depan pertahanan lawan.
Keuntungan lain dari implementasi peran baru ini adalah Guler terbebas dari tuntutan untuk terlalu sering melakukan penggiringan bola atau membangun permainan jauh dari daerah pertahanan sendiri. Fokus utamanya saat ini hanyalah memposisikan diri secara cerdas di sepertiga akhir area lapangan. Setelah mendapatkan ruang yang cukup, ia tinggal mengandalkan keahlian mengumpan tingkat tingginya untuk menciptakan berbagai peluang emas. Kebebasan dalam membaca arah permainan dan mengeksekusi umpan terakhir inilah yang membuat barisan serang Real Madrid menjadi sangat mematikan sekaligus sangat efektif.
Di sisi lain, kejeniusan dan stabilitas taktik ini ternyata membawa kabar yang kurang menggembirakan bagi salah satu rekrutan terbaru klub, yakni Yan Diomande. Pemain muda tersebut baru saja didatangkan dengan nilai transfer yang sangat fantastis mencapai seratus empat puluh juta euro, atau setara dengan sekitar dua koma tiga puluh tujuh triliun rupiah. Dengan performa impresif yang terus dipertahankan oleh Guler, Diomande kini dituntut untuk bekerja ekstra keras demi memperebutkan satu tempat utama di sisi kanan penyerangan. Walaupun begitu, dari sudut pandang manajemen klub, situasi kompetitif internal semacam ini justru mendatangkan keuntungan yang sangat besar. Arda Guler kini telah menemukan posisi terbaiknya sebagai kreator utama tanpa harus merusak harmoni komposisi lini serang Los Blancos yang sudah terbukti sangat berbahaya bagi lawan-lawannya.














