LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Pendekatan Bijak Saat Menghadapi Kebohongan Anak Tanpa Membuat Mereka Terpojok

Oleh Alfira Aufa
31 Juli 2026
2 menit baca

Mendapati anak berbohong memang menantang, namun respons orang tua sangat menentukan apakah anak akan terbuka di masa depan. Ahli psikologi menyarankan orang tua mengubah strategi komunikasi dengan menyampaikan fakta membuka ruang aman bagi anak.

Pendekatan Bijak Saat Menghadapi Kebohongan Anak Tanpa Membuat Mereka Terpojok

Semarang (PANTURATV.ID) - Mendapati anak sedang berbohong tentu menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang tua. Sikap refleks orang tua ketika mengetahui ketidakjujuran anak biasanya adalah langsung menuntut pengakuan secara jujur saat itu juga. Namun, cara orang tua merespons situasi tersebut justru sangat menentukan apakah anak akan menjadi pribadi yang semakin terbuka di masa depan atau malah semakin mahir menyembunyikan kesalahan mereka.

Banyak ahli psikologi menilai bahwa kebohongan yang dilakukan anak sebenarnya bukan bertujuan untuk memanipulasi orang tua demi keuntungan pribadi. Anak-anak kerap kali memilih untuk tidak jujur karena diliputi perasaan takut terhadap hukuman, rasa malu, ataupun kekhawatiran akan membuat orang tua merasa kecewa. Ketika seorang anak memandang sebuah kesalahan sebagai cerminan bahwa dirinya adalah sosok yang buruk, mereka cenderung memilih jalan instan dengan berbohong demi melindungi diri mereka sendiri.

Dalam praktiknya, ketika orang tua sudah mengetahui fakta yang sebenarnya, mengajukan pertanyaan interogatif yang bersifat memojokkan seperti menanyakan apakah anak yang melakukan kesalahan tersebut bisa menjadi langkah yang kurang tepat. Menurut para pakar psikologi klinis, jenis pertanyaan interogasi semacam itu membuat anak merasa sedang diuji dan dijebak. Akibatnya, fokus anak bergeser dari niat untuk berkata jujur menjadi sibuk memikirkan cara untuk meloloskan diri dari rasa bersalah.

r3xga6dbhjxqjzjcdnbj.jpg

Sebagai solusi yang jauh lebih efektif, para ahli menyarankan orang tua untuk mengubah strategi komunikasi. Daripada memberikan pertanyaan jebakan, orang tua dapat menyampaikan secara langsung bahwa mereka telah mengetahui peristiwa yang terjadi. Orang tua disarankan menyampaikan kalimat tenang bahwa mereka sudah mengetahui kejadian sebenarnya dan hanya ingin mendengarkan cerita tersebut secara langsung dari mulut anak. Pendekatan ini dinilai mampu menghilangkan persepsi bahwa anak sedang diuji, sekaligus membuka ruang aman bagi anak untuk berani berkata jujur tanpa merasa terancam.

Selain itu, orang tua juga disarankan untuk memaparkan fakta yang terlihat secara objektif daripada melakukan tuduhan mendadak. Sebagai contoh, orang tua dapat menyebutkan keberadaan barang yang rusak lalu meminta anak menceritakan kronologinya secara perlahan. Melalui cara ini, komunikasi tetap terjalin secara baik dan anak diberi kesempatan belajar bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Kejujuran seorang anak tidak bisa ditanamkan melalui rasa takut atau tekanan, melainkan dibangun di atas rasa aman dan kepercayaan. Mengubah respons orang tua dari bentuk interogasi menjadi ajakan berdiskusi yang terbuka tidak hanya membantu menyelesaikan kesalahan anak secara bijak, tetapi juga mempererat ikatan emosional serta membentuk karakter anak yang berani bertanggung jawab hingga mereka dewasa kelak.

Tags

#parenting tips#psikologi anak#komunikasi orang tua anak#mendidik anak jujur#kebohongan anak#Semarang#tips parenting#perkembangan anak#pendidikan anak#psikologi klinis#cara menghadapi kebohongan anak#tips parenting Semarang#kesehatan mental anak

Tentang Penulis

Alfira Aufa

Penulis

Alfira adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

81 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori