Semarang (PANTURATV.ID) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVIII Universitas Semarang (USM) Kelompok 1 Kelurahan Purwoyoso melaksanakan Program Kerja "Pemetaan Risiko Bencana dan Penyusunan Jalur Evakuasi sebagai Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Kelurahan Purwoyoso" sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung upaya mitigasi bencana berbasis komunitas.
Program kerja ini dikoordinatori oleh Nanang Suryanto bersama tim yang terdiri atas Ilham Adi Prakoso, Anggun Nur Deviyati Arnanda, Tri Kusumawati Nengseh, Raynata Ayu Sandrina, Imayni Kirana Fasa, Fitri Alifah Utami, dan Julius Ryu Damar Pratama. Kegiatan dilaksanakan selama masa KKN PPM XXVIII Universitas Semarang di Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, khususnya banjir dan keadaan darurat lainnya, melalui penyusunan peta risiko bencana, jalur evakuasi, serta titik kumpul yang mudah dipahami dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah kelurahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan survei lapangan dan identifikasi wilayah yang memiliki potensi risiko bencana lebih tinggi berdasarkan kondisi lingkungan. Selanjutnya, mahasiswa bersama masyarakat melakukan proses pemetaan wilayah rawan, penyusunan jalur evakuasi, serta penentuan titik kumpul yang dinilai aman apabila terjadi keadaan darurat.
Sebagai bagian dari proses penyusunan peta, mahasiswa KKN menyelenggarakan tiga kali pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 9, 11, dan 13 Juli 2026. Setiap pertemuan berlangsung pada pukul 19.30–22.00 WIB dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat serta stakeholder, di antaranya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Purwoyoso, Babinsa, Srikandi Tangguh Purwakencana, perangkat Kelurahan Purwoyoso, Ketua RT/RW, Karang Taruna, serta masyarakat setempat.
Diskusi dilakukan secara partisipatif agar seluruh peserta dapat menyampaikan informasi mengenai wilayah yang berpotensi terdampak bencana, akses evakuasi yang aman, hambatan yang mungkin dihadapi saat kondisi darurat, hingga lokasi yang dinilai layak dijadikan titik kumpul. Pendekatan tersebut menghasilkan peta yang disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan dan pengalaman masyarakat sebagai pihak yang paling memahami karakteristik wilayahnya.
Menurut Koordinator Program Kerja, Nanang Suryanto, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam penyusunan peta risiko bencana sehingga hasil yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat.
"Program ini kami laksanakan dengan pendekatan partisipatif sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut terlibat dalam proses identifikasi wilayah rawan, penentuan jalur evakuasi, hingga penyusunan titik kumpul. Harapannya, hasil pemetaan ini benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat maupun Pemerintah Kelurahan Purwoyoso," ujar Nanang.
Ia menambahkan bahwa penyusunan peta risiko bencana bukan hanya menghasilkan sebuah dokumen, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana sejak dini.
Sementara itu, salah satu anggota tim KKN, Julius Ryu Damar Pratama, menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi media informasi kebencanaan yang mudah diakses oleh masyarakat.
"Kami berharap masyarakat semakin memahami wilayah yang memiliki potensi risiko bencana, mengetahui jalur evakuasi yang aman, serta memahami lokasi titik kumpul apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. Selain itu, hasil program ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kelurahan Purwoyoso dalam mendukung upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat," ungkap Julius.
Pemerintah Kelurahan Purwoyoso bersama seluruh stakeholder yang terlibat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, FPRB, Babinsa, Srikandi, Karang Taruna, serta masyarakat dinilai menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Luaran program ini meliputi Peta Risiko Bencana Kelurahan Purwoyoso, Peta Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul, papan informasi jalur evakuasi dan titik kumpul, media edukasi mitigasi bencana, QR Code yang terhubung dengan peta digital dan informasi kesiapsiagaan bencana, serta laporan hasil pemetaan yang dapat dimanfaatkan sebagai data pendukung oleh Pemerintah Kelurahan Purwoyoso dalam perencanaan mitigasi bencana ke depan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN PPM XXVIII Universitas Semarang berharap masyarakat Kelurahan Purwoyoso tidak hanya memiliki informasi mengenai potensi bencana di lingkungan sekitar, tetapi juga semakin siap menghadapi kondisi darurat melalui pemahaman terhadap jalur evakuasi, titik kumpul, serta pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.














