Semarang (PANTURATV.ID) - Semangat pelestarian warisan budaya dan nilai spiritual kembali memeriahkan Kota Semarang melalui acara Kirab Budaya dan Tawasul Akbar Haul Ki Ageng Pandanaran yang kelima ratus dua puluh empat pada hari Sabtu tanggal sebelas Juli tahun dua ribu dua puluh enam. Ratusan warga antusias mengikuti pawai yang dimulai pada pukul tujuh pagi dari Taman Indonesia Kaya atau Sekolah Menengah Atas Negeri satu Semarang menuju Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran di wilayah Semarang Selatan. Acara ini dikawal ketat oleh berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian, militer, pemerintah kecamatan, hingga relawan Bankom dan Banser demi memastikan kelancaran serta keamanan kegiatan.
Iring-iringan kirab menampilkan keberagaman budaya Nusantara, mulai dari barisan Manggalayudha, penari sesaji, gunungan hasil bumi, hingga atraksi Barongsai. Setibanya di makam, prosesi dilanjutkan dengan kegiatan spiritual dan seremonial yang sakral, seperti tari sesaji, pembacaan sejarah singkat, penyerahan pusaka kepada Wali Kota Semarang, tausiyah, doa tawasul, ziarah, penggantian kain luwur, dan ditutup dengan tradisi pembagian tumpeng rombyong sebagai wujud rasa syukur serta harapan akan turunnya keberkahan bagi seluruh warga.

Wali Kota Semarang, Dokter Agustina Wilujeng Pramestuti , yang hadir bersama jajaran pemerintahan lainnya, menegaskan dalam sambutannya bahwa peringatan haul ini bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur kepemimpinan Ki Ageng Pandanaran, seperti keberanian merintis, ketulusan melayani, dan kebijaksanaan merangkul masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa pembangunan dan modernisasi Kota Semarang harus tetap berpegang teguh pada akar sejarah dan budaya agar identitas asli kota tidak tergerus laju zaman.
Kesuksesan perhelatan akbar ini tidak lepas dari sinergi luar biasa antara pemerintah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat. Kepala Kepolisian Sektor Semarang Selatan, Komisaris Polisi Sucipto, beserta jajaran relawan seperti Bankom Semarang telah merancang dan menjalankan skema pengamanan yang menyeluruh dan humanis. Berkat kerja sama yang terkoordinasi dengan baik, seluruh rangkaian acara Haul Ki Ageng Pandanaran dari awal hingga akhir dapat berjalan dengan sangat aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen kuat warga Semarang dalam menjaga keutuhan warisan leluhurnya.












