LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Breaking News

Eskalasi Konflik Memanas, Houthi Serang Bandara Arab Saudi Buntut Insiden Sanaa

Oleh Lilis Anggraini
14 Juli 2026
3 menit baca

Kelompok milisi Houthi melakukan serangan balasan ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi menggunakan rudal balistik dan drone, memicu eskalasi konflik setelah insiden pengeboman Bandara Sanaa hari Senin lalu.

Eskalasi Konflik Memanas, Houthi Serang Bandara Arab Saudi Buntut Insiden Sanaa

Yaman (PANTURATV.ID) - Ketegangan di kawasan Semenanjung Arab kembali memuncak setelah kelompok milisi Houthi di Yaman melancarkan serangan balasan ke wilayah Arab Saudi. Aksi militer yang melibatkan rudal balistik dan pesawat tak berawak (drone) ini secara spesifik menyasar Bandara Internasional Abha. Fasilitas penerbangan tersebut berlokasi di ibu kota kawasan pegunungan selatan Arab Saudi, yang berbatasan langsung dengan teritorial Yaman. Serangan ini memecah ketenangan yang sempat terbangun selama lebih dari dua tahun terakhir.

Pemicu Serangan, insiden di Bandara Sanaa
Berdasarkan pernyataan resmi dari Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, gempuran ke Bandara Abha ini merupakan bentuk retaliasi langsung terhadap tindakan koalisi pimpinan Arab Saudi. Pada hari Senin (13/7), pihak Saudi dituduh telah menjatuhkan bom dan merusak landasan pacu di Bandara Internasional Sanaa, sebuah fasilitas vital yang saat ini berada di bawah kendali penuh kelompok Houthi.

Saree, melalui sebuah tayangan video, mengecam tindakan Saudi sebagai sebuah "agresi kriminal". Ia juga menegaskan bahwa serangan Saudi ke bandara Sanaa telah menghancurkan komitmen de-eskalasi yang selama ini dijaga. Sebagai bentuk ancaman lebih lanjut, pihak Houthi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh maskapai penerbangan komersial agar tidak melintasi wilayah udara Arab Saudi hingga blokade atau "pengepungan" terhadap fasilitas penerbangan di ibu kota Sanaa dihentikan.

yemen-saudi-houthi-talks_169.jpeg

Klaim Kedaulatan dari Pemerintah Resmi Yaman
Di sisi lain, Pemerintah Yaman yang diakui secara sah oleh komunitas internasional—dan berpusat di Aden dengan dukungan penuh dari Arab Saudi—membenarkan adanya operasi militer yang menargetkan landasan pacu Bandara Sanaa. Kementerian Pertahanan pemerintah Yaman membeberkan alasan strategis di balik langkah tersebut.

Mereka mengklaim bahwa pengeboman itu sengaja dilakukan untuk memblokir pendaratan sebuah pesawat milik Iran. Pesawat tersebut diketahui membawa rombongan delegasi Houthi yang baru saja kembali dari acara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Menurut sudut pandang pemerintah resmi, pendaratan pesawat asing yang berafiliasi dengan Iran tersebut merupakan pelanggaran fatal terhadap kedaulatan negara Yaman.

Namun, pihak Houthi menyanggah dengan menyatakan bahwa pesawat Iran tersebut sempat mendarat di Sanaa dan berhasil lepas landas membawa para utusan mereka, yang kemudian berujung pada ancaman Houthi untuk menghancurkan aset-aset vital Arab Saudi apabila wilayah udara mereka terus diusik. Insiden berbalas serangan ini menjadi sorotan tajam dunia internasional.

Pasalnya, gempuran ke Bandara Abha ini tercatat sebagai serangan pertama yang diklaim secara resmi oleh kelompok Houthi terhadap wilayah Arab Saudi sejak berlakunya gencatan senjata informal pada bulan Maret 2022. Sebelumnya, gencatan senjata tersebut berhasil meredam konflik setelah Houthi intensif menyerang berbagai infrastruktur energi milik kerajaan Saudi.

Kini, muncul kekhawatiran besar bahwa perselisihan terbaru ini akan menyulut kembali api peperangan di perbatasan selatan Arab Saudi. Sejauh ini, pihak otoritas dan komunikasi pemerintah Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi atau tanggapan terkait insiden yang merusak masa damai ini.

Latar Belakang Perang yang Menghancurkan
Konflik ini berakar dari polarisasi kekuasaan yang telah membelah Yaman. Kelompok Houthi yang memiliki ikatan kuat dengan Iran mendominasi ibu kota Sanaa serta sebagian besar teritorial Yaman bagian utara, termasuk wilayah pesisir strategis Laut Merah di Hodeidah. Sebaliknya, pemerintahan resmi yang didukung koalisi negara-negara Teluk bertahan di wilayah pesisir selatan, Aden. Sejak Houthi berhasil menggulingkan pemerintah sah di Sanaa, koalisi pimpinan Saudi mulai mengintervensi secara militer pada tahun 2015.

Perang proksi yang berlarut-larut ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur negara, tetapi juga menciptakan bencana kemanusiaan yang sangat mengerikan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga kini masih menempatkan Yaman sebagai salah satu negara dengan krisis kemanusiaan terparah di dunia, yang ditandai dengan gelombang pengungsian jutaan warga, kehancuran ekonomi, dan meluasnya wabah kelaparan.

Tags

#Houthi Yaman#Konflik Arab Saudi#Bandara Abha#Bandara Sanaa#Rudal balistik#Drone serangan#Eskalasi Timur Tengah#Delegasi Iran#Ayatollah Khamenei#Keamanan penerbangan#Retaliasi militer#Semenanjung Arab#Konflik Houthi Arab Saudi#Serangan Drone Yaman#Ketegangan Timur Tengah#Konflik Yaman#Keamanan Arab Saudi#Geopolitik Timur Tengah#De-eskalasi Timur Tengah

Tentang Penulis

Lilis Anggraini

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

25 artikel dipublikasikan

Berita Terkait

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori