Vanuatu (PANTURATV.ID) - Di ibu kota Kepulauan Vanuatu, Port Vila, terdapat kebiasaan unik sore hari yang menjadi kunci kehidupan warga yang tenang dan bebas stres. Setelah menyelesaikan rutinitas pekerjaan, warga lokal berbondong-bondong mengunjungi nakamal, yaitu tempat berkumpul tradisional berupa pondok terbuka berlapis dedaunan. Di tempat ini, masyarakat berkumpul untuk menikmati racikan minuman tradisional bernama kava.
Kava dibuat dari perasan akar tanaman lada pasifik yang ditumbuk halus dan dicampur dengan air bersih. Minuman ini memiliki efek menenangkan pikiran, merelaksasi otot, serta memberikan rasa damai tanpa efek mabuk atau merusak kesadaran. Menikmati kava di sore hari telah menjadi ritual wajib bagi warga dari berbagai lapisan masyarakat untuk melepaskan beban pikiran kerja harian.
Aturan tidak tertulis di dalam nakamal menciptakan suasana santai yang sangat kontras dengan kehidupan kota modern. Di dalam tempat ini, pengunjung diminta untuk berbicara dengan nada suara pelan, tidak menyalakan lampu terang, dan mematikan perangkat elektronik. Atmosfer hening ini dirancang khusus agar setiap orang bisa merasakan ketenangan batin secara maksimal saat menikmati kava.
Melalui budaya kava ini, hubungan antar warga terjalin sangat erat tanpa memandang status sosial atau latar belakang ekonomi. Semua orang duduk sejajar di atas tikar pandan, saling mendengarkan cerita, dan berdiskusi dengan penuh rasa hormat. Kebiasaan ini menjadi media penyelesaian masalah komunitas yang sangat efektif secara kekeluargaan di luar jalur formal.
Gaya hidup melambat (slow living) di Port Vila ini terbukti efektif menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan warganya secara berkelanjutan. Di tengah gempuran tren serba cepat dunia modern, warga Vanuatu tetap teguh menjaga tradisi santai di nakamal. Ritual sore hari ini menjadi salah satu daya pikat gaya hidup paling unik di kawasan Pasifik Selatan.















