LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Olahraga

Kebanggaan Mohamed Salah dan Kemarahan Hossam Hassan Usai Mesir Disingkirkan Argentina Secara Dramatis

Oleh Cinta Isabell
8 Juli 2026
4 menit baca

Mohamed Salah memberikan pernyataan bangga usai Mesir disingkirkan Argentina dengan skor dramatis 2-3 di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kapten timnas Mesir mengapresiasi dedikasi tim meskipun perjalanan mereka berakhir lebih cepat dari harapan.

Kebanggaan Mohamed Salah dan Kemarahan Hossam Hassan Usai Mesir Disingkirkan Argentina Secara Dramatis

Amerika Serikat (PANTURATV.ID) - Kapten sekaligus bintang utama tim nasional Mesir, Mohamed Salah, akhirnya memberikan pernyataan resmi menyusul tersingkirnya skuad berjuluk The Pharaohs dari ajang Piala Dunia 2026. Langkah bersejarah mereka harus terhenti secara menyakitkan di babak 16 besar setelah menelan kekalahan super dramatis dengan skor 2-3 dari sang juara bertahan, Argentina. Dalam pertandingan krusial yang dihelat di Stadion Atlanta pada hari Selasa (7/7/2026) tengah malam Waktu Indonesia Barat tersebut, Mesir sejatinya sudah menapakkan satu kaki untuk mencetak sejarah baru setelah berhasil memimpin dengan keunggulan dua gol. Sayangnya, impian besar itu seketika sirna ketika pertandingan memasuki sebelas menit terakhir babak kedua.

Armada La Albiceleste menunjukkan mentalitas juara mereka dengan menciptakan kebangkitan yang luar biasa. Momentum kebangkitan Argentina dimulai pada menit ke-79 melalui gol balasan yang dicetak oleh Cristian Romero. Berselang hanya empat menit kemudian, megabintang Lionel Messi sukses merobek jala gawang Mesir untuk menyamakan kedudukan. Puncak tragedi bagi Mesir terjadi pada masa tambahan waktu (injury time), ketika gelandang Enzo Fernandez berhasil mencetak gol penentu yang memastikan kemenangan dramatis bagi tim perwakilan Amerika Selatan tersebut.

images (25).jpeg

Meskipun harus menelan pil pahit dan menyudahi petualangan mereka di panggung Piala Dunia lebih cepat dari harapan, Mohamed Salah memilih untuk tetap mengangkat kepala dan menyuntikkan motivasi kepada rekan-rekan perjuangannya. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh saluran televisi beIN Sports, penyerang andalan Liverpool tersebut berinisiatif mengumpulkan seluruh anggota skuad di dalam ruang ganti sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Dalam momen yang penuh emosional tersebut, Salah meluapkan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi serta daya juang tanpa lelah yang telah ditunjukkan oleh seluruh tim sejak turnamen bergulir.

Menurut pandangan sang kapten, Timnas Mesir telah berhasil mengukir salah satu pencapaian paling gemilang dalam sejarah persepakbolaan negara mereka, yakni dengan sukses meloloskan diri dari jerat fase grup untuk pertama kalinya dan merasakan atmosfer persaingan ketat di babak sistem gugur.

Dalam pidatonya di ruang ganti, pemain berusia 34 tahun tersebut menekankan bahwa seluruh pemain berhak merasa bangga karena telah berjuang mati-matian hingga detik terakhir serta berhasil merepresentasikan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khas sejati bangsa Mesir.

Ia dengan tegas meyakinkan rekan-rekannya bahwa kekalahan menyakitkan ini bukanlah sebuah akhir dari perjalanan mereka, melainkan titik tolak menuju pencapaian yang jauh lebih masif di masa mendatang. Salah juga tidak lupa menghaturkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh basis suporter yang telah memberikan dukungan tanpa henti sepanjang turnamen berlangsung. Ia berharap agar para pemain tetap menjaga rasa percaya diri, mengingat seluruh pengalaman berharga yang didapatkan dari ajang internasional ini akan menjadi modal dan fondasi yang sangat krusial bagi kemajuan sepak bola Mesir ke depannya.

download (2).jpeg

Di sisi lain, nuansa emosi yang sama sekali berbeda ditunjukkan oleh pelatih kepala Timnas Mesir, Hossam Hassan. Sang juru taktik secara terbuka melancarkan kritik tajam dan meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit asal Perancis, Francois Letexier, yang bertugas memimpin jalannya laga sengit tersebut. Sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Hassan merasa bahwa tim asuhannya telah diperlakukan secara tidak adil dan banyak dirugikan oleh keputusan-keputusan krusial dari sang pengadil lapangan. Secara blak-blakan, pelatih berusia 59 tahun itu menyatakan keraguannya atas hasil akhir pertandingan serta mempertanyakan integritas dari jalannya laga secara keseluruhan, dengan menegaskan bahwa skuad The Pharaohs telah menjadi korban dari sebuah ketidakadilan yang amat nyata.

Lebih rinci, Hassan menyoroti beberapa insiden spesifik yang dinilainya sangat merugikan pihak Mesir. Salah satu pemicu kekecewaan utamanya adalah keputusan wasit yang membatalkan sebuah gol melalui intervensi Video Assistant Referee (VAR), di mana penganuliran tersebut memupus harapan Mesir untuk mengamankan keunggulan. Selain itu, Hassan juga memprotes keras keputusan Letexier yang sama sekali enggan meninjau insiden tekel keras yang menimpa pemainnya di dalam kotak penalti Argentina pada saat masa injury time. Menurut kacamata sang pelatih, insiden tersebut sangat layak membuahkan hukuman tendangan penalti yang bisa saja mengubah nasib timnya di menit-menit kritis. Kekecewaan Hassan semakin memuncak ketika ia mengungkapkan fakta bahwa Federasi Sepak Bola Mesir sebenarnya sudah sejak awal melayangkan surat keberatan resmi terkait penunjukan Letexier sebagai wasit di laga tersebut.

Bukan hanya menyoroti soal kepemimpinan wasit, Hassan juga mengeluhkan penentuan jadwal sepak mula (kick-off) pertandingan yang dilangsungkan pada pukul 12.00 siang waktu lokal Atlanta. Ia menilai bahwa jadwal tersebut sangat tidak ideal dan menyalahi kelaziman. Ia berargumen bahwa pada jam-jam tersebut, orang-orang biasanya sedang berjalan-jalan santai atau menikmati makan siang, bukannya dipaksa untuk memainkan pertandingan sepak bola dengan intensitas tinggi di bawah terik matahari.
Terlepas dari berbagai faktor internal maupun eksternal yang ia yakini telah sangat memengaruhi hasil akhir laga, Hossam Hassan dengan bangga mengklaim bahwa secara performa di atas lapangan, Mesir tampil jauh lebih superior dan mengungguli sang juara bertahan di hampir segala aspek permainan.

Meskipun pada akhirnya ia merasa sangat kecewa karena timnya gagal mendapatkan hasil akhir yang pantas mereka raih, sang pelatih menutup pernyataannya dengan memberikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada seluruh anak asuhnya yang telah berjuang tanpa rasa takut menghadapi salah satu tim terkuat di dunia.

Tags

#Piala Dunia 2026#Mesir vs Argentina#Mohamed Salah#berita olahraga#sepak bola internasional#Lionel Messi#babak 16 besar#timnas Mesir#turnamen dunia#berita dunia#olahraga global#Hossam Hassan#Cristian Romero#Enzo Fernandez#berita sepak bola#Argentina juara#stadium Atlanta

Tentang Penulis

Cinta Isabell

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

5 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori