Semarang (PANTURATV.ID) - Selama ini, masyarakat luas kerap kali mengaitkan kemunculan stretch mark atau guratan-guratan halus pada kulit secara eksklusif dengan kondisi kehamilan maupun lonjakan berat badan yang terjadi secara drastis. Namun, faktanya, garis-garis yang pada awalnya berwarna kemerahan atau keunguan dan lambat laun memudar menjadi putih ini juga bisa muncul di area tubuh lain yang mungkin tidak terduga, seperti di area pundak atau bahu. Menariknya, kondisi ini justru sangat lumrah dialami oleh individu yang rajin dan rutin berolahraga. Menurut penjelasan komprehensif dari seorang dokter spesialis kulit bersertifikat, Dr. Dendy Engelman, guratan pada area pundak pada dasarnya terbentuk ketika jaringan kulit mengalami fase peregangan yang teramat cepat dalam kurun waktu yang tergolong sangat singkat. Peregangan ekstrem inilah yang kemudian memicu trauma atau kerusakan pada struktur serat kolagen dan elastin yang bertugas menjaga kekenyalan tepat di bawah permukaan kulit.
Meskipun fenomena dermatologis ini sama sekali tidak membahayakan kesehatan medis seseorang, tidak sedikit individu yang merasa kurang percaya diri dan berupaya keras untuk menghilangkan atau menyamarkan tampilannya murni demi alasan estetika.Apabila ditelisik lebih jauh mengenai akar penyebabnya, faktor utama yang memicu timbulnya guratan halus di sekitar bahu adalah perubahan dimensi tubuh yang berlangsung secara masif dan kilat, yang dalam banyak kasus didorong oleh peningkatan atau pertumbuhan massa otot. Kondisi semacam ini menjadi keluhan yang amat sering ditemui di kalangan penggiat kebugaran, terutama mereka yang intens menjalani program latihan angkat beban yang berat maupun program pembentukan postur tubuh.
Melansir dari publikasi Byrdie pada awal Juli 2026, Dr. Engelman menegaskan bahwa ketika otot di area pundak membesar atau menyusut dengan ritme yang terlalu cepat, sementara kulit di sekitarnya tidak memiliki cadangan kolagen maupun tingkat elastisitas yang memadai, maka kulit akan kewalahan menahan regangan tersebut sehingga memunculkan stretch mark. Di samping pembesaran otot secara instan, penurunan berat badan yang terjadi secara mendadak juga membawa dampak yang sama, di mana kulit kehilangan waktu adaptasi yang ideal untuk menyesuaikan diri dengan struktur dan volume tubuh yang baru.
Mengingat elastisitas kulit setiap orang sangat bervariasi, kemunculan stretch mark ini memang tidak selalu bisa dicegah seratus persen.

Akan tetapi, peluang timbulnya guratan baru di area pundak dapat diminimalisasi secara signifikan dengan cara menghindari transformasi bentuk tubuh yang instan. Bagi Anda yang sangat aktif dan rutin melakukan aktivitas angkat beban, para ahli sangat menyarankan agar peningkatan intensitas maupun beban latihan dilakukan secara bertahap, terukur, dan konsisten. Dr. Engelman secara khusus menyoroti pentingnya membangun massa otot secara perlahan-lahan ketimbang memaksakan pertumbuhan otot dalam waktu yang terlampau singkat. Pendekatan yang bertahap ini akan memberikan waktu jeda yang cukup bagi jaringan kulit untuk beradaptasi dan merespons regangan seiring dengan membesarnya ukuran otot, sekaligus menjaga agar tingkat elastisitas alami kulit tetap terjagaqq dengan optimal.

Jika langkah antisipasi dirasa terlambat dan stretch mark baru saja terlanjur muncul, Anda tidak perlu merasa panik. Guratan yang masih berada pada fase awal pembentukan ini umumnya ditandai dengan rona kemerahan atau keunguan, yang mengindikasikan bahwa sirkulasi darah di bawahnya masih aktif. Pada tahap dini ini, intervensi menggunakan produk perawatan kulit topikal atau obat oles masih bisa memberikan hasil yang sangat menjanjikan. Anda amat disarankan untuk rutin menggunakan produk perawatan yang diformulasikan dengan kandungan asam hialuronat (hyaluronic acid) guna mengunci kelembapan dan hidrasi maksimal pada kulit. Selain itu, penggunaan retinoid topikal juga sangat dianjurkan oleh pakar karena senyawa turunan vitamin A ini terbukti secara ilmiah mampu merangsang regenerasi sel kulit baru sekaligus mendongkrak kembali produksi kolagen yang sempat rusak.
Meski demikian, Dr. Engelman mengingatkan dengan tegas bahwa perawatan topikal semacam ini menuntut tingkat kesabaran dan konsistensi yang sangat tinggi. Hasilnya tentu tidak akan terlihat dalam semalam; Anda mungkin membutuhkan waktu pengaplikasian yang rutin selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan hanya untuk mulai melihat perbaikan tekstur yang nyata.
Sementara itu, penanganan yang jauh berbeda dan lebih intensif dibutuhkan apabila stretch mark di pundak Anda sudah terbentuk sejak lama dan telah berubah warna menjadi putih pucat atau keperakan yang menyerupai bekas luka lama. Pada fase matang ini, penggunaan krim, gel, atau losion topikal sering kali tidak lagi mampu memberikan efektivitas yang memadai. Oleh karena itu, langkah paling rasional dan terbukti secara klinis untuk memudarkan tampilannya adalah melalui prosedur tindakan medis di klinik dermatologi.
Untuk kasus seperti ini, Dr. Engelman biasanya merekomendasikan serangkaian terapi modern yang melibatkan intervensi teknologi mutakhir, seperti perawatan laser Fraxel, prosedur microneedling, hingga penggunaan CO2 laser resurfacing. Ketiga opsi tindakan klinis tersebut memiliki prinsip kerja yang serupa namun efektif, yakni dengan sengaja menciptakan luka mikro yang sangat terkontrol pada lapisan kulit guna merangsang kembali sistem perbaikan alami tubuh. Proses penyembuhan ini pada akhirnya akan berujung pada pembentukan struktur kolagen dan elastin yang benar-benar baru. Hasilnya, tekstur kulit yang sebelumnya bergelombang atau mencekung akan berangsur-angsur menjadi lebih halus, dan kontras warna guratan pun akan semakin menyatu dengan warna kulit di sekitarnya.
Sebagai penutup dari segala penjelasan medis tersebut, sangat penting untuk selalu mengingat pandangan dari para ahli, termasuk pendapat yang disepakati oleh dokter kulit Jodi LoGerfo dan Dr. Engelman. Keduanya menekankan dengan sangat jelas bahwa stretch mark sejatinya adalah variasi kondisi kulit yang teramat umum, sangat lazim terjadi, dan sama sekali tidak menimbulkan ancaman bahaya apa pun bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh sebab itu, keputusan akhir untuk mengobati, menyamarkan, atau sekadar membiarkan dan menerima kehadiran guratan tersebut sepenuhnya menjadi hak prerogatif dan sangat bergantung pada tingkat kenyamanan pribadi masing-masing individu. Apabila Anda pada akhirnya memang berniat untuk mengatasi masalah ini dan menginginkan hasil klinis yang paling maksimal, langkah paling bijaksana yang bisa diambil adalah segera mengatur jadwal konsultasi tatap muka dengan dokter spesialis kulit. Melalui diagnosis dan evaluasi profesional, dokter dapat merancang rencana terapi yang paling spesifik dan paling sesuai dengan karakter kulit maupun usia stretch mark yang Anda miliki saat ini.














