LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Pendidikan

Ilmuwan Temukan Spesies Monyet Baru Berbibir Oranye di Hutan Kongo

Oleh Azizah Nafiu
17 Juli 2026
2 menit baca

Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesies monyet baru di Republik Demokratik Kongo. Monyet ini dikenal lokal sebagai likweli dan memiliki ciri khas warna bibir oranye serta kulit pipi abu-abu telanjang yang menyerupai topeng.

Ilmuwan Temukan Spesies Monyet Baru Berbibir Oranye di Hutan Kongo

Semarang (PANTURATV.ID) - Para ilmuwan akhirnya mengidentifikasi spesies monyet baru di kawasan Republik Demokratik Kongo. Penduduk setempat biasa menyebut hewan primata unik ini dengan nama likweli. Sementara itu, monyet bernama ilmiah Colobus congoensis ini hidup pada hutan terpencil. Kawasan hutan tersebut membentang tepat di antara aliran Sungai Lomami dan Lualaba.

Tentu saja, penemuan menakjubkan ini menjadi catatan kelima dalam 75 tahun terakhir. Hewan primata tersebut tampil sangat menonjol berkat warna bulu hitam yang mengilap. Selain itu, mereka memiliki corak khas berwarna oranye di sekitar area mulutnya. Kemudian, kulit pipinya tampak berwarna abu-abu telanjang sehingga menyerupai sebuah topeng wajah. Selanjutnya, para peneliti juga menemukan corak bercak putih pada sekitar area anus.

Oleh karena itu, peneliti menggunakan ciri fisik tersebut untuk membedakan jenis primatanya. "Kami menjadikan wajah dan bagian belakang tubuh sebagai dua ciri pembeda utama," kata Kate Detwiler. Antropolog dari Florida Atlantic University ini menjelaskan karakteristik unik spesies monyet baru tersebut. "Kalau melihat wajahnya, akan terlihat kulit telanjang berwarna krem oranye ini," tambahnya kemudian.

249612.jpg

Sebelumnya, kamera jebakan secara tidak sengaja merekam hewan liar ini pada tahun 2008. Peristiwa sangat langka tersebut terjadi di dalam kawasan asri Taman Nasional Lomami. Sepuluh tahun kemudian, kamera kembali menangkap siluet hewan primata misterius yang serupa. Akibatnya, Junior Amboko bersama timnya mulai melakukan pencarian primata ini secara lebih serius. Untuk melacaknya, Amboko menunjukkan foto hewan tersebut kepada para penduduk sekitar taman nasional.

"Warga di sana sangat mengenal fauna dan flora hutan," ungkap peneliti Taman Nasional Lomami tersebut.

Sayangnya, hanya penduduk dari delapan desa terdekat yang berhasil mengenali hewan eksotis tersebut. Setelah itu, tim peneliti menganalisis sampel jaringan dari monyet yang telah mati akibat perburuan. Detwiler mengaku terkejut ketika melihat perbedaan genom mitokondria hewan ini dari primata lainnya. Dengan demikian, tim peneliti memastikan hewan ini sangat berbeda dari monyet colobus biasa.

Secara mengejutkan, kerabat terdekat primata likweli justru hidup sejauh 1.200 kilometer dari sana. Hewan yang berkerabat ini menetap di wilayah Kamerun, Gabon, dan kawasan Pulau Bioko. Lebih lanjut, peneliti memperkirakan kedua satwa ini mulai berpisah sejak jutaan tahun lalu.

Mengingat ancaman hilangnya habitat, peneliti merekomendasikan status terancam punah untuk hewan primata ini. Oleh sebab itu, pemerintah setempat harus segera mengambil tindakan perlindungan yang lebih nyata.

Tags

#spesies monyet baru#Kongo#Colobus congoensis#likweli#Taman Nasional Lomami#penemuan ilmuwan#primata#bibir oranye#Kate Detwiler#biodiversitas Afrika#monyet bibir oranye#penemuan ilmiah

Tentang Penulis

Azizah Nafiu

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

38 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori